"Selamat menikmati liburan akhir semester....semoga libur menambah keberkahan dan kedekatan dengan keluarga...jangan lupa tetap sempatkan belajar"

Rabu, 19 November 2025

Teen Personality

 AIR MATA WANITA

“Kelemahan yang Menjelma Kekuatan dan Seni Coping Ilahi”

Oleh: Yuli Yulianti, S.Pd *)

Sejak mula dunia berputar, ada misteri abadi yang menyelimuti sepasang mata. Bukan rahasia yang terkunci rapat, melainkan rahasia yang mengalir bening, hangat, dan tak terduga: air mata seorang wanita. Air mata itu, yang sering disalahpahami sebagai kelemahan tanpa sebab, sesungguhnya adalah titik temu antara kekuatan tersembunyi dan kasih sayang tak berbatas. Sebuah anugerah yang disematkan Sang Pencipta, bukan sebagai tanda rapuh, melainkan sebagai katup penyelamat, bukti keperkasaan, dan sungai kehidupan yang senantiasa mengalirkan kesabaran, cinta, dan kebijaksanaan.

 
Sumber: https://ytprayeh.com/filosofi/p-01659629d09791b/air-mata

Suatu Ketika, ada seorang anak laki-laki bertanya kepada ibunya. “Ibu, mengapa ibu menangis?”. Ibunya menjawab, “sebab, ibu Adalah seorang Wanita, nak”. Aku tak mengerti kata si anak lagi. Ibunya hanya tersenyum dan memeluknya erat. “Nak, kamu memang tak akan pernah mengerti…”

Kemudian, anak itu bertanya pada ayahnya, “Ayah, mengapa ibu menangis? Sepertinya ibu menangis tanpa ada sebab yang jelas?” Sang ayah menjawab, “semua Wanita memang menangis tanpa ada alasan”. Hanya itu jawaban yang bisa diberikan ayahnya. Lama kemudian, Si anak itu tumbuh menjadi remaja dan tetap bertanya-tanya, mengapa Wanita menangis.

 
Sumber: https://www.facebook.com/photo.php?fbid=2483289661783232&id

Pada suatu malam, ia bermimpi dan bertanya kepada Tuhan “Ya Allah, mengapa Wanita mudah sekali menangis?”

Dalam mimpinya, Tuhan menjawab, “Saat kuciptakan Wanita, Aku membuatnya menjadi sangat utama. Kuciptakan bahunya, agar mampu menahan seluruh beban dunia dan isinya, walaupun juga bahu itu harus cukup nyaman dan lembut untuk menahan kepala bayi yang sedang tertidur. Kuberikan Wanita kekuatan untuk dapat melahirkan, dan mengeluarkan bayi dari rahimnya, walau seringkali pula ia kerap menerima cerca dari anaknya itu. Kuberikan keperkasaan, yang akan membuatnya tetap bertahan, pantang menyerah, saat semua orang sudah putus asa. Pada Wanita, Kuberikan kesabaran untuk merawat keluarganya, walau letih, walau sakit, walau Lelah tanpa berkeluh kesah. Kuberikan Wanita, perasaan peka dan kasih sayang, untuk mencintai semua anaknya dalam kondisi apapun dan dalam situasi apapun. Walau tak jarang anak-anaknya itu melukai perasaannya, melukai hatinya. Perasaan ini pula yang akan memberikan kehangatan pada bayi-bayi yang terkantuk menahan lelap. Sentuhan inilah yang akan memberikan kenyamanan saat didekap dengan lembut olehnya. Kuberikan Wanita kekuatan untuk membimbing suaminya, melalui masa-masa sulit dan menjadi pelindung baginya. Sebab, bukankah tulang rusuklah yang melindungi setiap hati dan jantung agar tak terkoyak? Kuberikan kepadanya kebijaksanaan, dan kemampuan untuk memberikan pengertian dan menyadarkan bahwa suami yang baik Adalah yang tak pernah melukai istrinya. Walau seringkali pula kebijaksanaan itu akan menguji setiap kesetiaan yang diberikan kepada suami agar tetap berdiri sejajar saling melengkapi dan saling menyayangi. Dan akhirnya, Kuberikan ia air mata agar dapat mencurahkan perasaannya. Inilah yang khusus kuberikan kepada Wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan. Hanya inilah kelemahan yang dimiliki Wanita walaupun sebenarnya air mat aini Adalah air mata kehidupan."

 


Sumber:https:// /tahukah-kamu-dari-mana-air-mata-berasal.html

Kisah spiritual yang menyentuh ini menawarkan perspektif yang kuat mengenai peran emosional wanita, yang dapat dianalisis melalui lensa psikologi modern, khususnya dalam konteks psikoneuroimunologi dan psikologi klinis.

1. Air Mata sebagai Mekanisme Koping dan Katarsis

Narasi menyebutkan bahwa air mata diberikan agar wanita dapat "mencurahkan perasaannya." Dalam psikologi, air mata emosional (air mata yang disebabkan oleh stres, emosi, atau rasa sakit) mengandung protein dan hormon stres tertentu, seperti prolaktin dan ACTH. Proses menangis berfungsi sebagai katarsis atau pelepasan, secara harfiah mengeluarkan bahan kimia stres dari sistem tubuh. Hal ini menjelaskan mengapa setelah menangis hebat, seseorang sering kali merasa lebih lega dan secara psikologis lebih stabil.

2. Beban Ganda dan Resiliensi Hormonal

Teks ini menggambarkan tuntutan peran yang luar biasa: menahan beban dunia sambil tetap lembut, melahirkan, merawat tanpa berkeluh kesah. Ini menciptakan tingkat stres kronis yang tinggi.

  • Resiliensi (Daya Lenting): Air mata di sini bukan kelemahan, melainkan alat resiliensi yang memungkinkan wanita untuk "tetap bertahan, pantang menyerah." Ini adalah cara alami tubuh mengatur homeostasis emosionalnya.
  • Perbedaan Gender Biologis: Penelitian menunjukkan bahwa wanita cenderung menangis lebih sering dan intens daripada pria, yang sebagian disebabkan oleh perbedaan kadar hormon prolaktin yang lebih tinggi pada wanita, yang secara biologis merangsang produksi air mata. Penjelasan spiritual bahwa air mata adalah "kelemahan yang dikhususkan" dapat diinterpretasikan secara ilmiah sebagai anugerah biologis yang membantu mereka mengelola kompleksitas beban emosional dan peran sosial.

 

Sumber: https://helloborneo.com/2023/07/19/sex-tidak-sama-dengan-gender/

3. Emosi Peka dan Kecerdasan Emosional (EQ)

Narasi menyoroti "perasaan peka dan kasih sayang" serta "kebijaksanaan" untuk membimbing.

  • Kecerdasan Emosional: Kepekaan dan kebijaksanaan ini adalah inti dari Kecerdasan Emosional (EQ) yang tinggi. Kemampuan untuk mencintai dalam kondisi apapun dan memberikan pengertian menunjukkan empati, regulasi emosi, dan keterampilan sosial yang luar biasa.
  • Peran Pelindung: Penggambaran tulang rusuk yang melindungi jantung dikaitkan dengan peran wanita sebagai pelindung emosional dan spiritual bagi suaminya, menunjukkan kemampuan untuk mendukung dan menavigasi kesulitan hubungan (relationship coping), yang memerlukan tingkat kematangan psikologis yang tinggi.

Maka, setelah tirai makna tersingkap, kita menyadari bahwa air mata bukanlah kelemahan, melainkan manifestasi agung dari cinta yang berkorban. Air mata Ibu adalah tetesan kebijaksanaan dan keikhlasan yang telah membasuh kepedihan, merawat harapan, dan menegakkan tiang keluarga. Ia adalah peta menuju pemahaman sejati tentang kekuatan non-agresif yang dianugerahkan Ilahi. Dekatilah Ibu, dengarkan cerita tanpa kata dari air matanya, karena di sanalah kehangatan surgawi bersemayam. Bukan hanya surga yang dijanjikan, tetapi surga emosional dan ketenangan batin yang kita temukan dalam dekapannya yang tulus dan abadi.

 
Sumber: https://ormawa.stainupa.ac.id/2025/01/01/cinta-tanpa-batas-kisah-kasih-ibu-

Kasih Ibu itu seperti lingkaran, tak berawal dan tak berakhir. Kasih ibu itu selalu berputar dan senantiasa meluas, menyentuh setiap orang yang ditemuinya. Melingkupinya seperti kabut pagi, menghangatkannya seperti Mentari siang, dan menyelimutinya seperti Bintang malam (Art Urban).

 

*). Konselor di SMAN I Pangalengan, pemerhati masalah sosial remaja

Sumber :

Muzaki, A. (2004). E Book Motivasi Net. Kee Book Creator pro.

https://gemini.google.com/app/3d9be68785e2fe83

 

81 komentar:

  1. Terimakasih atas literasinya sangat bermanfaat sekali

    Amanda Risma Ayu XE

    BalasHapus
  2. Terimakasih ibu atas literasinya,sangat bermanfaat
    Farisa X-E

    BalasHapus
  3. Terimakasih ibu atas literasinya, sangat bermanfaat wawasan saya jadi bertambah

    BalasHapus
  4. terimakasih ibu atas literasinya
    qiran x-a

    BalasHapus
  5. terimakasih atas literasinya ibuu

    BalasHapus
  6. makasih bu alfirji x-d

    BalasHapus
  7. terimkasih bu atas literasinya, sangat bermanfaat
    dea x-c

    BalasHapus
  8. terimakasih bu atas literasinya
    desi x-e

    BalasHapus
  9. terima kasih atas literasinya bu
    ayra x-e

    BalasHapus
  10. Terimakasih atas literasinya ibu 😀🙏

    BalasHapus
  11. Terimakasih ibu atas literasi nya

    BalasHapus
  12. Aldi Rizki F XII-b221 November 2025 pukul 09.27

    wahh terimakasih literasi nya buuu

    BalasHapus
  13. terimakasih atas literasi nyaa ibuu
    alma qonita f XIB3

    BalasHapus
  14. Menurut saya literasi ini adalah untuk mengubah pandangan umum bahwa air mata wanita adalah tanda kelemahan, menjadi sebuah pemahaman bahwa air mata tersebut adalah anugerah, mekanisme koping, dan manifestasi kekuatan batin yang mendalam.
    Indra Sena Panji Purnama XII-B2

    BalasHapus
  15. terimakasih ibu atas literasinya, sangat bermanfaat sekali.
    fatma XI B2

    BalasHapus
  16. Terimakasih ibu atas ilmu hari ini, sekarang saya jadi tau bahwa air mata wanita itu bukan kelemahan tetapi anugrah dan kekuatan batin yg ada sangat mendalam

    Syafira Febrianti XI-B2

    BalasHapus

  17. Nama: Chesilya Maharani
    Kelas: XI-B3

    Terima kasih atas literasi yang diberikan. Dari bacaan tersebut saya memahami bahwa air mata wanita bukanlah tanda kelemahan, tetapi cara untuk melepaskan beban dan tetap kuat. Wanita memiliki banyak peran dan tanggung jawab, sehingga menangis menjadi bentuk ketegaran serta kasih sayang yang tulus.

    BalasHapus
  18. terima kasih atas literasi nya ibu
    Salwa Marista XIB3

    BalasHapus
  19. terima kasih ibu atas literasinya, selama ini saya berpendapat kalau air mata adalah suatu kelemahan namun ternyata air mata adalah alat resiliensi wanita untuk tetap bertahan.
    Daifina fahira XII-B2

    BalasHapus
  20. terimakasih ibu atas literasinyaa, sangatt menyentuh hati karenaa bacaan ini bisa menggambarkan perasaan dan kekuatan seorang perempuan yang mendalam.

    - Citra Lestari XI-B2

    BalasHapus
  21. Terima kasih ibu atas literasinya, sangat bermanfaat, saya menjadi lebih mengerti tentang wanita (rasya xi-b3)

    BalasHapus
  22. Terimakasih ibu atas literasi yg diberikan,yg saya tangkap dari literasi di atas bahwa Air mata wanita dalam teks tersebut dipandang sebagai kekuatan, bukan kelemahan—sebuah cara alami melepaskan emosi, menjaga ketahanan diri, serta menegaskan peran wanita sebagai sumber kasih, empati, dan lain".
    Daffa abdul f Xll-A4

    BalasHapus
  23. Keyla Mischa XII-A221 November 2025 pukul 09.48

    Terimakasih dari literasi tersebut bahwa air mata wanita bukan kelemahan, tetapi anugerah yang membuatnya mampu melepaskan tekanan batin dan menjaga keseimbangan emosinya. Dengan cara menangis, wanita mampu meringankan apa yg mereka alami.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih banyak, Ibu, atas literasi yang begitu menyentuh. Setelah membacanya, saya baru benar-benar memahami bahwa di balik kalimat sederhana yang sering kita dengar seperti “nangis aja biar enak” atau “keluarin aja nangisnya biar lega”ternyata ada kajian ilmiah yang sangat relevan dan mendalam.

      Saya jadi tahu bahwa air mata bukan hanya pelampiasan emosi, tetapi juga bagian dari mekanisme biologis, psikologis, dan spiritual yang membantu manusia, terutama wanita, mengelola beban, tekanan, dan perasaan. Literasi yang Ibu tulis membuka pandangan saya bahwa tangis bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kekuatan yang justru menyehatkan, menenangkan, dan menguatkan.

      Tisya Priccilia
      XII B1

      Hapus
  24. terimakasih ibu atas ilmu hari ini, dari yang telah saya baca, saya jadi tau bahwa air mata memiliki fungsi sebagai katarsis yang membantu melepaskan stres dan membuat kondisi emosional menjadi lebih stabil.
    Naisya Siti XII-A4

    BalasHapus
  25. terimakasih ibu atas literasinya, Menurut saya, literasi ini menggambarkan bahwa air mata wanita adalah cara alami untuk menyalurkan emosi dan menjaga ketegaran. Tulisan ini membuat saya menyadari bahwa di balik kelembutan seorang wanita terdapat kekuatan besar dalam merawat, mencintai, dan bertahan. Pesan yang disampaikan sangat menyentuh dan mengajarkan untuk lebih menghargai perasaan serta perjuangan mereka.
    (Dipa kesya Insani XI A3)

    BalasHapus
  26. Terimakasih bu atas literasi ya, sangat bermanfaat.
    Dari literasi ini, yang saya pahami adalah makna dari air mata yang sebenarnya, bukan sebagai lambang kesedihan atau kelemahan melainkan kekuatan yang hebat dan rasa jujur pada diri sendiri. Air mata membantu seseorang melepaskan beban yang dirinya tanggung, air mata juga adalah bukti dari kasih sayang tanpa batas dari seorang ibu.
    Selain dari makna secara deskripsi mendalam, ada juga secara psikologi yang membantu seseorang menjadi lebih lega dan juga stabil secara emosi.
    Wanita memiliki banyak peran yang diemban, mulai dari bahu yang hebat, rahim yang kuat, rasa perkasa untuk bertahan, rasa tabah menghadapi ujian, perasaan peka dan kasih sayang pada orang orang terkasih hingga kebijakan sampai rasa pengertian untuk membimbing mereka ke jalan yang benar.
    Maka dari itu air mata adalah manifestasi mencurahkan perasaan yang tersimpan dalam jurang kelam mustahil nan sulit untuk diungkapkan. Inilah yang dikhususkan kepada Wanita, agar dapat digunakan kapanpun ia inginkan.
    Hanya air mata ini yang dimiliki wanita untuk mewakili segalanya walaupun sebenarnya air mata ini adalah wujud dari kehidupan yang telah ditempuh.
    Nama Kirana Zahrani
    Kelas XII-B2

    BalasHapus
  27. dari pemahaman yang aku dapat bahwa sebenarnya air mata wanita bukan tanda kelemahan, tapi itu sebagai wujud kekuatan yang ada. sejak awal penciptaan seorang wanita diberi banyak kelebihan bahkan kemampuan luar biasa seperti memikul banyak beban, harus mencintai tanpa syarat, bisa bertahan dalam tekanan, harus tetap lembut dan penuh kasih juga. Tapi yang harus kalian semua tau satu satunya cara wanita melampiaskan emosinya adalah dengan menangis itu bisa meredakan emosi, stres, bahkan menjaga batin juga. Seorang wanita pasti memiliki kepekaan, empati, dan kebijaksanaan tapi itu bukan sebuah beban tapi sebagai kecerdasan yang bisa merawat, membimbing bahkan bisa melindungi orang yang dicintai. Intinya air mata wanita adalah simbol cinta dan hidup karena disetiap tetesannya ada kesabaran, kekuatan, kasih, dan tulusnya.
    “Kadang, yang terlihat rapuh justru yang paling kuat untuk melindungi orang lain….karena ia tahu rasanya runtuh dan terluka, jadi ia berusaha memastikan orang lain tidak merasakan hal yang sama"
    Zasqia Ayudya Viantika XII-B2

    BalasHapus
  28. Dari Literasi ini saya belajar banyak terkait tangisan seorang wanita khususnya wanita paling berharga dalam hidup saya yaitu Ibu. Hidup ini sangat keras apalagi untuk seorang ibu yang telah melahirkan serta merawat saya dari kecil hingga saat ini, mungkin saya tidak tau betapa banyak tangisan yang disembunyikan ibu sejak saya lahir hingga sekarang. Dengan adanya literasi ini membuka mata saya untuk mengahargai dan bertukar cerita dengan ibu saya. Terimakasih atas literasi nya bu🙏
    Nama : Azzahra khairunnisa akbar
    kelas : XII-B1

    BalasHapus
  29. Terima kasih Ibu atas literasinya. Dari bacaan ini, saya jadi paham bahwa air mata wanita bukan tanda lemah, tapi cara untuk melepas stres dan menjaga keseimbangan emosi. Peran wanita dalam merawat keluarga dan menghadapi berbagai tantangan hidup menunjukkan betapa kuatnya seorang perempuan. Sebagai seorang perempuan, saya merasa lebih menghargai perjuangan, kesabaran, dan kekuatan yang dimiliki setiap wanita dalam kehidupan sehari-hari.

    Nama: Jihan Apipah
    Kelas : XI A3

    BalasHapus
  30. Terimakasih ibu untuk literasi yang informatifnya, aku sedikit mengulas dan mengomentari. Aku jadi sedikit kepikiran kalo merhatiin ibu aku. Ada saatnya beliau terlihat sangat lelah, mengurus rumah dsb. Pernah tuh, ngeliat matanya berkaca-kaca sembunyi di dapur. Tapi seudah itu, ibu seperti punya kekuatan baru, bisa tersenyum lagi dan melanjutkan aktivitas dengan tenang. Membaca literasi hari ini, aku jadi paham bahwa air mata itu seperti "tombol reset" perasaan yang diberikan Tuhan khusus kepada perempuan. Bukan tanda lemah, justru mekanisme yang membuat kita bisa tetap kuat menghadapi segala beban.
    Namun, di sisi lain, aku juga ngerasa sedih. Kenapa perempuan harus menanggung begitu banyak beban secara diam-diam? Seperti dalam cerita itu. Aku berpikir, sebagai anak perempuan, aku ingin belajar untuk tidak hanya kuat, tetapi juga berani menyuarakan ketika lelah. Dan sebagai bagian dari keluarga dan masyarakat, kita semua perlu menciptakan lingkungan yang lebih memahami, sehingga kekuatan perempuan tidak hanya diuji melalui tangisan, tetapi juga dihargai melalui dukungan nyata.
    Aku setuju sekali dengan pesan akhir tulisan ini, bahwa di balik air mata perempuan terdapat "kehangatan surgawi". Tapi menurut aku yaa, bukannya bakal lebih baik kalo kita bisa saling memahami tanpa harus menunggu air mata itu jatuh?
    Sekali lagi terimakasih informasinya ibuu, sangat memotivasi para wanita di luar sana.

    Anggi Alanis Maulani - XIIB2

    BalasHapus
  31. Terima kasih atas literasinya Bu. Dengan membaca literasi kali ini, saya jadi tahu kalau dibalik menangis atau air mata itu terdapat banyak arti.
    -Ziya Nur Zahra (XII B2)

    BalasHapus
  32. literasi ini menggambarkan air mata wanita bukan sebagai tanda kelemahan, tetapi sebagai wujud kekuatan emosional dan cinta yang mendalam. Wanita menjalani banyak peran sekaligus seperti mengasuh, melindungi, membimbing, dan mencintai, sehingga air mata menjadi cara alami untuk meredakan tekanan batin dan menyeimbangkan perasaan. Baik dari sudut spiritual maupun psikologis, air mata digambarkan sebagai anugerah yang membantu wanita tetap tegar, penuh empati, dan mampu bertahan dalam berbagai situasi. Sehingga, kasih seorang wanita, terutama seorang ibu, adalah cinta tak bersyarat yang menjaga dan menguatkan orang-orang di sekelilingnya.
    Terimakasih atas literasi nya ibu 🙏🏻

    Nama : Rahma Aulia
    Kelas : XII A4

    BalasHapus
  33. Terimakasih ibu atas literasi nya
    Pandangan saya mengenai bacaan ini
    Air mata sering di artikan sebagai kesedihan namun sebenarnya air mata adalah anugerah dari Tuhan
    Seringkali air mata yang keluar di artikan titik lemah kita namun sebenarnya air mata adalah simbol dari segala hal yang menyentuh hati dan rasa syukur.
    Seperti air mata perempuan mungkin kita semua menganggap itu kesedihan semata padahal air mata itu sebagai bukti dari kekuatan, keikhlasan dan ketegaran sebagai seorang perempuan. Sebagai seorang ibu, perempuan merasakan banyak hal perjuangan maka air mata itu sebagai simbol rasa syukur atas segala hal yang telah di perjuangkan.
    Air mata bukan hal yang membuat lemah tapi sebagai tanda rasa nyukur atas segala hal yang telah kita lewati.

    Alisa Julianti
    XII A2

    BalasHapus
  34. terimakasih ibu atas literasinya ,sangat bermanfaat sekali yang saya tau justru air mata wanita itu lemah, tetapi dari literasi tersebut air mata mengajarkan bahwa tidak apa-apa untuk merasa sedih,lelah,kecewa semua itu manusiawi,wanita menangis bukan karena lemah, tapi karena punya keberanian untuk merasakan dan menghadapi apa yang ia pendam intinya jangan memaksa diri untuk selalu kuat izinkan diri merasakan agar bisa pulih

    Nama: alya latipa
    kelas :XI A3

    BalasHapus
  35. Terimakasih ibu atas literasi nya Sopi nazkia XII A4

    BalasHapus
  36. “Terima kasih kepada Ibu Yuli Yulianti, S.Pd. Tulisan ini benar-benar bikin saya lebih paham kalau air mata wanita itu bukan tanda lemah, tapi justru cara Allah kasih kekuatan. Bagian tentang perjuangan dan kasih sayang seorang ibu juga sangat menyentuh. Saya jadi lebih sadar betapa besarnya peran wanita, terutama ibu, dalam hidup kita. Tulisan ini sangat menginspirasi. Terima kasih, Bu.”

    Nama: Navidza Fitria Ramadani Kusmana
    Kelas: XI-A3

    BalasHapus
  37. makasih banyak ibuu bermanfaatt buatt akuu yangg ngiraa wanita lemahh kaloo nangiss padahall di balik ituuu,air mata wanita bukanlah tanda kelemahan, tetapi bentuk kekuatan untuk meredakan beban emosinya, Karena itu, kita perlu lebih menghargai perasaan wanita dan memahami bahwa air mata mereka adalah ekspresi cinta dan ketulusan yang paling jujur

    Nama:Ufi
    kelas :XII A1

    BalasHapus
  38. Secera keseluruhan,saya melihat literasi ini emosional yang sangat kuat dan mendalam. Banyak pelajaran yang dapat saya ambil dari literasi ini mulai dari bahwa beban emosional dan tanggung jawab sosial tidak hanya ditanggung oleh satu gender. Air mata juga bukan sebuah ke kurang tapi sebagai mencurahkan perasaan,menahan beban hidup, dan tetap tegar meskipun diberi berj begitu banyak cobaan. Sekian dari saya Nadin Anggraeni,terima kasih atas ilmu barunya.

    Nama:Nadin Anggraeni
    Kelas: XII-A2

    BalasHapus
  39. Literasi kali ini bisa memecahkan stereotip bahwa wanita mudah menangis dikarenakan wanita itu lemah dan hanya mengandalkan perasaannya saja, padahal hal itu telah dirancang Tuhan sedemikian rupa agar wanita mampu meluapkan perasaannya dengan cara yang sangat mudah dengan kata lain menangis digunakan untuk menstabilkan emosinya dan menjalani hidup dengan mengurangi sedikit beban emosional kedepannya, lalu di sisi sains juga ternyata kadar hormon tertentu yang berbeda antara pria dengan wanita yang menyebabkan wanita sangat mudah menangis dibandingkan pria.

    Nama: Intan Hasanah
    Kelas: XII A2

    BalasHapus
  40. Fahri Aziz Gunawan XII-B121 November 2025 pukul 10.18

    Dari literasi ini saya belajar dari sudut pandang yang menyentuh tentang air mata seorang wanita sebagai simbol kekuatan, bukan kelemahan. Ibu berhasil menggambarkan bahwa tangis bukan hanya reaksi emosional, tetapi juga mekanisme ilahi bagi manusia untuk melepaskan beban batin. Terima kasih untuk literasi nya ibu, karena ini saya lebih menghargai perasaan seorang wanita terutama ibu saya

    BalasHapus
  41. Terimakasih ibu atas literasi yang sangat bermanfaat nya.
    Menurut pemahaman saya literasi ini menegaskan bahwa air mata Ibu bukan sekedar ungkapan kesedihan saja tetapi wujud cinta, kebijaksanaan, dan pengorbanan yang menegakkan tiang keluarga menjadi kuat dan kokoh. Literasi ini juga mengajak kita untuk lebih dekat dengan ibu dan memahami makna emosional di balik setiap pengorbanan Ibu yang tidak bisa diungkapkan dengan kata tetapi dengan air matanya yang memiliki pesan. Kita sebagai anak harus ingat bahwa memberikan kekuatan tidak selalu tampak dalam tindakan besar, tetapi dalam ketulusan dan kesabaran yang kita berikan dengan ikhlas kepada orang tua, tidak harus selalu orang tua yang memberikan segalanya untuk kita, kita juga harus memberikan timbal balik kepada orang tua terutama ibu.
    Karens itu hargailah kehadiran Ibu dan kehangatan yang ibu berikan sepanjang hidup kita sebelum peran ibu itu hilang dari hidup kita.

    Sinta Dewi Aryani
    XII-A2

    BalasHapus
  42. Aprilianti Maulida Hidayat XII-B221 November 2025 pukul 10.20

    Terima kasih atas literasi nya ibu.Dengan membaca literasi ini saya jadi tahu, bahwa air mata seorang wanita itu bukan suatu kelemahan melainkan suatu kekuatan yang dianugerahkan oleh sang pencipta kepada para kaum wanita bukan sebagai tanda rapuh, melainkan sebagai katup penyelamat, bukti keperkasaan, dan sungai kehidupan yang senantiasa mengalirkan kesabaran, cinta, dan kebijaksanaan.

    BalasHapus
  43. Terimakasih ibu literasi nya sangat bermanfaat
    Soviani_XI B3

    BalasHapus
  44. terimakasih buu literasinyaa… tulisannya indah banget, kaya pelukan lembut yang nyentuh hati. ngingetin kalau tuhan selalu nyusun cara paling halus buat bikin kita kuat lagi. air mata wanita memang gampang jatuh, tapi justru di situlah letak kekuatan kita: bisa runtuh tanpa benar-benar hancur, bisa rapuh tanpa kehilangan arah. makasih ya buu

    Tiara Putri Rahmaningtyas XI B2

    BalasHapus
  45. Terimakasii atas literasi yang sangat bagus ini ibuu.
    Literasi inii tidak hanya untuk dibacaa tetapi juga banyak hal yangg bisa kami ambil darii literasi tersebut. Menurut pandangan saya mengenai "air mata wanita" sama seperti yang tokoh ayah katakan bahwa wanita dapat menangis tanpa sebab karena pada kenyataannya semua hal terjadi pada wanita, entah itu ketika sanang, sedih, marah, kecewa, dan lain sebagainya, kita hanya bisa manangis. Menangis sudah seperti satu satunya cara yang dapat kita sebagai wanita lakukan tanpa adanya penghakiman dari orang lain, karena menangis sudah menjadi identitas dari seorang wanita. Selain itu, dari literasi ini saya lebih terdorong untuk memahani ibu saya, yang lelah ketika mengurus keluarga, bahkan mengurus rumah, karena tidak ada yang bisa dilakukannya selain menangis ketika lelah. Tangisan seorang ibu pun menjadi salah satu hal yang saya nantikan, yaitu tangisan bahagia ketika melihat saya dapat menggapai apa yang diinginkan.
    ~Sheilla Dwi Andini XII A2~

    BalasHapus
  46. Bu, artikel ini sangat luar biasa! air mata wanita memang bukan kelemahan, tapi bukti ketabahan dan kasih sayang yang tak terbatas. terima kasih bu ini sangat bermanfaat

    Asri Nur Muflihah XIA3

    BalasHapus
  47. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  48. terimakasih ibu atas literasi, saya jadi tau bahwa Air mata wanita bukan kelemahan, tetapi cara alami untuk meredakan stres dan menyeimbangkan emosi. Secara biologis dan sosial, wanita lebih mudah menangis, namun tangisan justru menjadi kekuatan yang membantu proses penyembuhan, kepekaan, dan kedekatan spiritual.
    Riska Saputra Xll A4

    BalasHapus
  49. terimakasih ibu atas literasi nya sangat bermanfaat vagiykita semua
    DIKI KARTIWA SUBAGJA XIA3

    BalasHapus
  50. terimakasih ibu literasi nya sangat bagus sekali,dan sangat bermaafaat sekali
    PUTRIA RAMADHANI XI A3

    BalasHapus
  51. terimakasih untuk literasi nya ibu, ini sangat bermanfaat, dari literasi ini kita semakin mengetahui bahwasanya air mata wanita bukanlah tanda kelemahan, melainkan cara tubuh kita melepaskan emosi, merespons rasa sakit, dan bahkan bisa menjadi kekuatan. kalo begitu menangis itu suatu respons alami terhadap berbagai emosi seperti kesedihan, kebahagiaan, atau frustrasi, jadi bukan berarti menangis itu lemah, tetapi itu menunjukkan respons kita terhadap apa yang sedang terjadi dan dapat membantu memproses stres, meredakan rasa sakit emosional melalui pelepasan air mata tersebut.

    Nama : Raisha Girly Sabila
    Kelas : XI A3

    BalasHapus
  52. Literasi tersebut memandang bahwa air mata wanita bukan kelemahan, tetapi kekuatan emosional yang diberikan agar wanita mampu melepaskan beban, bertahan, dan menunjukkan kepedulian bahwa wanita memiliki empati, keteguhan, dan peran penting dalam menjaga orang di sekitarnya. Perspektifnya menggabungkan psikologi dan spiritualitas untuk menegaskan bahwa emosi adalah bagian esensial dari kekuatan wanita.
    Terimakasih untuk literasi nya ibu


    Nama : Cantika Maulida
    Kelas : Xll A4

    BalasHapus

  53. Terimakasih untuk literasinya ibu, setelah saya membaca literasi ini dapat saya simpulkan bahwa air mata wanita bukanlah tanda bahwa ia lemah, tetapi justru bukti betapa besar kekuatan yang ia miliki. Tuhan memberikan air mata kepada wanita sebagai cara untuk melepaskan tekanan, menenangkan hati, dan menjaga dirinya tetap kuat di tengah berbagai tanggung jawab yang berat.

    Yunita Ramadani XII-A4

    BalasHapus
  54. Terima kasih untuk literasinya ibu.Literasi ini memberikan pemahaman mendalam bahwa air mata wanita bukanlah tanda kelemahan, tetapi bentuk kekuatan emosional yang diciptakan Tuhan sebagai cara untuk menyalurkan beban, kasih sayang, dan ketegaran. Kisah ini menunjukkan betapa besar peran seorang ibu dalam memikul tanggung jawab, namun tetap penuh kelembutan dan kesabaran. Melalui sudut pandang psikologi, saya semakin memahami bahwa menangis adalah mekanisme alami untuk meredakan stres dan menjaga keseimbangan emosi.

    Neng Nanda XII-A4

    BalasHapus
  55. Terima kasih kepada Ibu Yuli Yulianti, S.Pd yang sudah memberikan literasi hari ini yang sangat bermanfaat sekali dengan berjudul "Kelemahan yang Menjelma Kekuatan dan Seni Coping Ilahi."
    Inti Pesan:
    Air mata wanita bukanlah kelemahan, melainkan anugerah kekuatan dan alat coping (resiliensi) alami yang diberikan Ilahi. Secara psikologis, ini adalah katarsis untuk melepaskan stres, yang justru membuktikan kebijaksanaan dan kekuatan batin mereka dalam mengelola beban kehidupan.

    Maulani Nazwa Fatimah XI-A3

    BalasHapus
  56. Terimakasih atas literasinya bu. Menurut saya tulisan ini membuka pandangan baru bahwa air mata bukan kelemahan, tapi kekuatan. Sangat menyentuh dan menginspirasi.
    Keisha Aurelia.D XI-B3

    BalasHapus
  57. Wow keren sekali dan makasih banyak atas materi literasi yang sudah ibu berikan, sekarang saya paham bahwa kenapa wanita lebih sering menangis dibandingkan dengan pria, sekarang saya mengerti bahwa air mata seorang wanita bukanlah tanda kelemahan baginya melainkan tanda bahwa wanita memiliki kekuatan emosionalnya yang sangat baik juga manifestasi agung dan cinta yang berkorban.

    𝗠𝘂𝗵𝗮𝗺𝗺𝗮𝗱 𝗵𝗮𝘀𝗯𝘆 𝗮𝘀𝘆 𝘀𝗵𝗶𝗱𝗶𝗾𝗶 𝗫𝗜𝗜 𝗕𝟭

    BalasHapus
  58. Terimakasih literasinya, keren banget
    jadi tau kalo Dalam psikologi, air mata emosional (air mata yang disebabkan oleh stres, emosi, atau rasa sakit) mengandung protein dan hormon stres tertentu, seperti prolaktin dan ACTH.

    ririn anggraeni xii b1

    BalasHapus
  59. terimakasii ibuu literasi kali ini sangat bermanfaat sekalii

    BalasHapus
  60. literasi ini menjelaskan bahwa air mata bukan tanda dari kelemahan melainkan kekuatan yang mendalam serta mekanisme ilahi dari sebuah cinta, dan wanita juga diciptakan dengan batin yang kuat, karena wanita memiliki banyak peran di kehidupannya, wanita akan mengasuh, mendidik, dan membimbing khususnya kepada anaknya karena itu adalah peran ibu kepada anak....terimakasih literasinya bu🙏

    Nabil lutfi naufal
    kelas XII B2

    BalasHapus
  61. ibuu terimakasii banyakk literasi inii sangat sangat bermanfaatt sekalii
    Menurut aku, literasi itu bener-bener membuka pikiran. Ternyata air mata itu bukan tanda lemah, tapi justru bentuk kekuatan dan perasaan yang dalam banget. Dari materi itu aku jadi lebih ngerti kalau perempuan punya daya tahan emosional yang kuat, dan menangis itu hal yang wajar karena ada hubungannya sama stres dan hormon dalam tubuh. Buat aku pribadi, tulisan itu juga bikin lebih sadar kalau peran wanita apalagi seorang ibu itu besar banget dalam kehidupan. Pokoknya literasinya keren dan sangat bermanfaat.

    alia dewi pratiwi XII A4

    BalasHapus
  62. Terimakasihhhhh ibuu literasi kali ini sangatt bermanfaat sekalii

    BalasHapus
  63. Terima kasih atas literasinya bu,saya menyadari bahwa menangis itu bukan tanda lemah, tapi mekanisme alami yang justru membantu seseorang terutama Ibu untuk tetap kuat menghadapi tekanan. Literasi ini mengingatkan saya untuk lebih menghargai perasaan dan perjuangan seorang Ibu dalam kehidupan sehari-hari.

    Rinaldi Seftian XII A2

    BalasHapus
  64. menurut saya literasi itu bener-bener membuka pikiran. Ternyata air mata itu bukan tanda lemah, tapi justru bentuk kekuatan dan perasaan yang dalam banget. Dari materi itu aku jadi lebih ngerti kalau perempuan punya daya tahan emosional yang kuat, dan menangis itu hal yang wajar karena ada hubungannya sama stres dan hormon dalam tubuh. Buat aku pribadi, tulisan itu juga bikin lebih sadar kalau peran wanita apalagi seorang ibu itu besar banget dalam kehidupan. Pokoknya literasinya keren dan sangat bermanfaat.

    athar ganteng xii a2

    BalasHapus
  65. Air mata wanita bukan tanda kelemahan, tetapi bentuk kekuatan emosional dan ketabahan. Menangis dipandang sebagai cara perempuan melepaskan beban, menunjukkan empati, dan tetap tegar menghadapi tanggung jawab hidup. Pesannya adalah agar pembaca lebih menghargai perasaan dan keteguhan hati seorang perempuan, karena di balik air mata ada kekuatan besar yang sering tidak terlihat.

    BalasHapus
  66. Anggun Jelita XI-B321 November 2025 pukul 14.36

    berkat membaca literasi pada hari ini, saya semakin paham akan seni mengerti manusia... ketika mereka sedang menangis, alangkah baiknya kita berhenti sejenak untuk membiarkan ia melepaskan bahan kimia stress dari tubuh. terkadang.. kita hanya perlu mendengarkan

    BalasHapus
  67. keren banget bu 🤩.. !! artikel ini menunjukkan bahwa air mata wanita bukan kelemahan, tapi kekuatan dan cara bertahan. kisah anak dan ibunya membuat aku paham bahwa menangis adalah bentuk ketulusan dan penyembuhan. pesannya sangat dalam yaitu : perasaan itu wajar, dan air mata bisa jadi kekuatan.

    DINDA RAFANIA - XIB2

    BalasHapus
  68. Terima kasih ibu atas literasinya. Dari literasi yang telah saya baca, bahwasanya seorang ibu menyimpan banyak hal dalam diam lelah, sedih, dan luka yang tidak pernah ia ceritakan kepada siapapun. Ia selalu berusaha terlihat kuat, dan ketika semuanya terasa terlalu berat, tangisan menjadi satu-satunya cara ibu melepaskan beban dan kembali tegar. Ternyata menangis bukan kelemahan, tetapi cara tuhan menguatkan kembali. Air mata ibu adalah simbol kekuatan, cinta, dan pengorbanan yang tak bisa diungkapkan dengan kata.

    Selpyani Fratiwi Azzahra
    XII-A2

    BalasHapus
  69. Terimakasih ibu, cerita ini menunjukkan bahwa air mata wanita bukanlah tanda kelemahan, tetapi bentuk kekuatan emosional. Wanita digambarkan memiliki perasaan yang lembut, ketabahan yang besar, dan kemampuan untuk mencintai serta bertahan dalam berbagai keadaan. Air mata menjadi cara mereka menyalurkan beban dan menyembuhkan diri. Cerita ini mengajarkan bahwa perasaan dan pengorbanan wanita patut dihargai karena di balik air mata mereka terdapat ketulusan dan kekuatan yang mendalam.

    Julya Nur Azizah
    XII-A2

    BalasHapus
  70. SATRIA NURFAUZAN XII A221 November 2025 pukul 20.04

    sangat bermanfaat literasinyaaa👍 👍👍

    BalasHapus
  71. terimakasih bu literasi nya sangat bermanfaat
    Teks “Air Mata Wanita” memandang air mata bukan sebagai kelemahan, tetapi sebagai anugerah Ilahi yang memadukan kekuatan emosional, spiritual, dan biologis dalam diri seorang wanita. Melalui kisah simbolik tentang penciptaan wanita dan penjelasan psikologi modern, teks ini menegaskan bahwa menangis adalah bentuk katarsis yang membantu wanita melepaskan beban stres sekaligus menjaga keseimbangan batinnya. Kepekaan, kesabaran, ketangguhan, dan kecerdasan emosional yang dimiliki wanita digambarkan sebagai fondasi penting yang memungkinkan mereka merawat, membimbing, dan mencintai tanpa batas. Air mata menjadi bahasa hati yang menyampaikan kasih sayang mendalam, pengorbanan, dan ketulusan, sehingga menjadikan wanita sebagai pusat kehangatan emosional bagi keluarga dan lingkungan. Dengan demikian, teks ini menghadirkan pandangan bahwa air mata adalah simbol kekuatan sejati, bukan kelemahan.

    Suci Septiansyah
    XI B3

    BalasHapus
  72. terimakasih ibu literasi nya sangat bermanfaat, Saya kini menyadari bahwa perempuan lebih banyak menangis bukan karena mereka lemah, tetapi karena mereka memiliki kedalaman perasaan yang begitu kuat. Air mata mereka adalah bahasa cinta, keberanian, dan keteguhan hati yang tak selalu terlihat.

    Ilham Januar M xii-a4

    BalasHapus
  73. makasihh ibu literasinya sangat bermanfaat
    nama: rizal maulana
    kelas: XII-A2

    BalasHapus
  74. Muhamad Satria Ramadhan
    XII-B1

    literasi ini seperti cermin yang memantulkan kekuatan lembut seorang wanita. Air mata digambarkan bukan sebagai kelemahan, tetapi sebagai keberanian yang lahir dari hati. sangat mengisfirasi

    BalasHapus
  75. Terima kasih banyak, Ibu, atas literasi yang begitu menyentuh. Setelah membacanya, saya baru benar-benar memahami bahwa di balik kalimat sederhana yang sering kita dengar seperti “nangis aja biar enak” atau “keluarin aja nangisnya biar lega”ternyata ada kajian ilmiah yang sangat relevan dan mendalam.

    Saya jadi tahu bahwa air mata bukan hanya pelampiasan emosi, tetapi juga bagian dari mekanisme biologis, psikologis, dan spiritual yang membantu manusia, terutama wanita, mengelola beban, tekanan, dan perasaan. Literasi yang Ibu tulis membuka pandangan saya bahwa tangis bukanlah tanda kelemahan, melainkan bentuk kekuatan yang justru menyehatkan, menenangkan, dan menguatkan.

    Tisya Priccilia
    XII B1

    BalasHapus
  76. enur pauziah Xll B222 November 2025 pukul 14.19

    terimakasih ibu atas Literasi nya, literasi ini menegaskan bahwa air mata wanita bukan kelemahan, tapi cara alami untuk meredakan tekanan dan menunjukkan kekuatan emosional. teksnya juga mengajak kita memahami bahwa di balik air mata ada ketegaran dan kasih sayang yang besar.

    BalasHapus
  77. terimakasih bu atas literasinya, ternyata setetes air mata seorang ibu lebih bermakna daripada apa yang pernah saya kira, terimkasih atas ilmu baru nya buu

    Siska Amelia
    XII-A2

    BalasHapus
  78. Terimakasih bu atas literasinya saya jadi memahami perasaan seorang wanitaa

    Desindra yanuar
    XII-B1

    BalasHapus
  79. Terimakasih ibu literasinya sangat bermanfaat
    Wafiq xe

    BalasHapus

Future is Today

  MASA DEPAN DIBENTUK OLEH PILIHAN HARI INI Oleh:  Kelas XI C1   Setiap orang pasti memiliki impian tentang masa depan. Ada yang ingin...