MALAM
NUZULUL. TARTIL, FADILAH, DAN ADAB MEMBACA
AL
QUR’AN
Oleh:
Hj. Ani Haelani, SS., M.Pd., MIL *)
I.
Malam Nuzulul Qur’an
Malam
Nuzulul Qur'an adalah peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu malam ketika
Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Peristiwa ini terjadi
pada 17 Ramadhan di Gua Hira, saat Rasulullah ﷺ sedang berkhalwat (menyendiri)
untuk merenungi kehidupan dan mencari kebenaran.

Sumber: https://uir.ac.id/keutamaan-malam-nuzulul-quran-raih-keberkahan-dari-allah-swt.html
a. Turunnya
Wahyu Pertama
Pada
malam itu, Malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama dari Allah, yaitu Surah
Al-‘Alaq ayat 1-5:
"Iqra’
bismi rabbika alladzi khalaq. Khalaqal-insaana min ‘alaq. Iqra’ wa
rabbukal-akram. Alladzi ‘allama bil-qalam. ‘Allamal-insaana maa lam
ya’lam."
("Bacalah
dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia
dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia, yang mengajar
(manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak
diketahuinya").
Nabi
Muhammad ﷺ, yang saat itu belum bisa membaca, merasa ketakutan dan gemetar.
Jibril memeluk beliau dan mengulangi perintah "Iqra’" (bacalah)
hingga tiga kali. Setelah menerima wahyu tersebut, Rasulullah ﷺ segera pulang
ke rumah dalam keadaan ketakutan dan meminta istrinya, Khadijah, untuk
menyelimutinya.
b. Dukungan
dari Khadijah dan Waraqah bin Naufal
Melihat kondisi suaminya, Khadijah
radhiyallahu 'anha menenangkan Rasulullah ﷺ dan meyakinkan bahwa beliau adalah
orang yang baik, sehingga tidak mungkin Allah akan membiarkannya dalam
ketakutan. Khadijah lalu membawa Rasulullah ﷺ menemui Waraqah bin Naufal,
seorang pendeta Nasrani yang memahami kitab-kitab terdahulu.

Sumber: https://web.facebook.com/DakwahMuslimah/photos/pb.465045926949531.-2207520000
Waraqah
menjelaskan bahwa wahyu yang diterima Muhammad ﷺ adalah kebenaran, seperti
wahyu yang diterima para nabi sebelumnya. Ia juga memperingatkan bahwa akan ada
banyak tantangan yang harus dihadapi Rasulullah ﷺ dalam menyampaikan ajaran
Islam.
c. Makna
dan Hikmah Nuzulul Qur’an
Malam
Nuzulul Qur’an menjadi titik awal turunnya petunjuk bagi umat manusia.
Al-Qur’an bukan hanya sebagai bacaan, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang
mengatur akhlak, ibadah, dan hubungan sosial.
Umat
Islam memperingati malam ini dengan berbagai ibadah, seperti membaca dan
mengkaji Al-Qur’an, shalat malam, serta berdoa agar mendapatkan keberkahan.
Selain itu, momen ini mengingatkan kita untuk selalu mendekatkan diri kepada
Allah dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Sumber: https://web.facebook.com/DakwahMuslimah/photos/pb.465045926949531.-2207520000
Semoga
kita termasuk orang-orang yang mencintai, memahami, dan mengamalkan isi
Al-Qur’an.
II.
Beberapa Amalan yang Baik Dilakukan pada hari Nuzulul Qur'an
a. Membaca
dan Tadabbur Al-Qur'an
- Perbanyak
membaca Al-Qur'an, terutama surat yang membahas keutamaan Al-Qur'an, seperti
Al-Baqarah ayat 2 atau Al-Isra ayat 9.
- Lakukan
tadabbur (mendalami makna) ayat-ayat yang dibaca untuk meningkatkan pemahaman
dan pengamalan.
b. Shalat
Malam (Qiyamul Lail)
- Perbanyak
shalat tahajud dan witir, karena di bulan Ramadan, ibadah ini memiliki pahala
berlipat.
-
Bisa juga melaksanakan shalat
hajat dan berdoa agar diberi pemahaman yang baik tentang Al-Qur'an.
c. Bersedekah
dan Berbagi dengan Sesama
- Meneladani
Rasulullah ﷺ yang sangat dermawan di bulan Ramadan.
-
Bisa berupa makanan untuk
berbuka puasa, uang, atau bantuan lain bagi yang membutuhkan.
d. Berdoa
agar diberikan keistiqamahan dalam membaca dan mengamalkan Al-Qur'an.

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20241112160613-569-1165789/kumpulan-doa-agar-lulus-ujian-arab-latin-dan-artinya
Salah
satu doa yang dianjurkan:
اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي وَجَلَاءَ حُزْنِي وَذَهَابَ هَمِّي
("Ya
Allah, jadikanlah Al-Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penghilang
kesedihanku, dan pelepas kegelisahanku.")
e. Mengikuti
Kajian tentang Al-Qur'an
- Menghadiri
ceramah atau kajian tentang sejarah turunnya Al-Qur'an dan keutamaannya.
- Bisa
juga mengikuti kajian online jika tidak ada yang diadakan di sekitar.
f. Memperbanyak
Istighfar dan Dzikir
- Memohon
ampun kepada Allah agar hati lebih bersih dalam menerima hidayah Al-Qur'an.
- Perbanyak
dzikir seperti Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, La ilaha illallah.
g. Mengamalkan
Isi Al-Qur'an dalam Kehidupan Sehari-hari
- Tidak
hanya membaca, tetapi juga berusaha menerapkan ajaran Al-Qur'an dalam
kehidupan.
- Misalnya,
memperbaiki akhlak, menjaga lisan, dan meningkatkan ibadah.
Hari Nuzulul Quran adalah waktu yang
tepat untuk semakin dekat dengan Al-Qur'an. Semoga amalan yang dilakukan
menjadi keberkahan dan membawa manfaat bagi kehidupan.

Sumber: https://daaruttauhiid.sch.id/keutamaan-membaca-al-quran-dalam-kehidupan-sehari-hari/
III.
Langkah Membaca Al-Qur'an harus Tartil
Membaca Al-Qur'an harus dilakukan dengan
tartil, yaitu membaca dengan perlahan, jelas, dan sesuai dengan kaidah tajwid.
Hal ini sesuai dengan perintah Allah dalam surah Al-Muzzammil ayat 4:
وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا
"Dan
bacalah Al-Qur'an itu dengan tartil."
Berikut
adalah beberapa prinsip membaca Al-Qur'an dengan tartil:
a. Membaca
dengan Tajwid
b. Mengucapkan
setiap huruf dengan makhraj dan sifatnya yang benar.
c. Memperhatikan
hukum bacaan seperti mad, ghunnah, ikhfa', dan lainnya.
d. Membaca
dengan Perlahan dan Jelas
e. Tidak
terburu-buru agar setiap huruf dan kata terdengar dengan baik.
f. Memberikan
hak dan mustahak setiap huruf.
g. Membaca
dengan Khusyuk dan Tadabbur
h. Merenungkan
makna ayat yang dibaca.
i. Membaca
dengan hati yang tenang agar lebih memahami isi Al-Qur'an.
j. Melafalkan
dengan Fasih
k. Memastikan
pelafalan huruf hijaiyah sesuai dengan standar bacaan yang benar.
l. Menghindari
kesalahan dalam pengucapan yang bisa mengubah makna.
Membaca Al-Qur'an dengan tartil akan
membuat bacaan lebih indah, lebih mudah dipahami, serta lebih mendekatkan diri
kepada Allah.
IV.
Fadilah Membaca Al-Qur'an
Rasulullah Saw, menerangkan fadilah bagi
pembaca Al-Qur'an, antara lain:
a. Membaca
Al-Qur'an adalah berdialog dengan Allah SWT;
b. Mendapatkan
kemuliaan di sisi Allah SWT setelah para nabi;
c. Mendapatkan
tempat di surga bersama para Rasul;
d. Mendapatkan
Syafaat Al-Qur'an di hari kiamat;
e. Satu
huruf Al-Qur'an mempunyai satu kebaikan yang pahalanya bernilai sepuluh
kebaikan.
Rasulullah
Saw menganjurkan membaca dan memahami Al-Qur'an, sabda Nabi Saw.:
a. "Sebaik-baik
orang ialah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya;
b. "Tidak
boleh iri kecuali kepada orang yang memahami Al-Qur'an serta mengamalkannya
siang dan malam;
c. "Ibadah
umatku yang paling utama ialah membaca Al-Qur'an.";
d. "Terangilah
rumahmu dengan shalat dan membaca Al-Qur'an";
e. "Al-Qur'an
adalah hidangan Allah SWT, janganlah kamu menjauhinya."
Sumber: https://jurnalistik.tsirwah.com/keistimewaan-membaca-al-quran-dalam-kehidupan-sehari-hari-sungguh-menakjubkan/
V.
Adab Membaca Al-Qur'an
Adab (terkait dengan sopan santun dan
etika membaca Al-Qur'an), yakni:
a. Berwudu;
b. Membaca
di tempat yang suci, disunahkan di masjid;
c. Menghadap
Kiblat;
d. Membaca
Taawudz; (Audzubillahiminasyaitoonirroziim)
e. Membaca
Basmallah; (Bismillahirohmaanirrahiim)
f. Menyempurnakan
bacaan dengan tajwid dan lagu yang baik;
g. Merendahkan
suara bila khawatir riya. Jika tidak, lebih utama mengeraskannya;
h. Mengarahkan
pikiran dan perasaan untuk memahami bacaan;
i. Merenungi
(memahami) ayat-ayat yang dibaca;
j. Membaca
mushaf lebih utama daripada hafalan;
k. Makruh
untuk bergurau, tertawa, atau melihat sesuatu yang akan mengganggu dan
menghentikan bacaan;
l. Bersujud
ketika membaca ayat sajdah;
سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ
"Wajahku
bersujud kepada (Allah) yang telah menciptakannya, membentuk pendengarannya,
dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya." (HR. Abu Dawud dan
Tirmidzi)
m. Membaca
takbir di antara dua surah, yang dimulai dari surah Adl-Dhuha sampai akhir
surah Al-Qur'an;
n. Ketika
selesai atau berhenti membaca ayat atau surah, hendak membaca (صدَقَ اللَّهُ العَظِيمُ)
"Maha Benar Allah yang
Agung";
o. Selain
itu hendaknya membaca doa khatam Al-Qur'an:
اللهم ارحمني بالقرآن واجعله لي إمامًا ونورًا وهدى ورحمة. اللهم ذكرني منه ما نسيت وعلمني منه ما جهلت وارزقني تلاوته آناء الليل وأطراف النهار واجعله لي حجة يا رب العالمين.
"Ya
Allah, rahmatilah aku dengan Al-Qur'an dan jadikanlah ia sebagai pemimpin,
cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku dengan apa yang
telah aku lupa darinya, ajarkanlah aku apa yang belum kuketahui darinya, dan
berilah aku rezeki untuk membacanya di waktu malam dan siang, serta jadikanlah
ia sebagai hujjah (pembela) bagiku, wahai Tuhan semesta alam."
p. Berpuasa
ketika khatam Al-Qur'an dan mengundang tetangga, sanak saudara, dan handai
tolan untuk syukuran;
q. Membaca
doa khatam Al-Qur'an sebagaimana yang terdapat pada akhir Al-Qur'an.
*)
Guru Bahasa Indonesia, Koordinator Gerakan Literasi di SMAN 1 Pangalengan,
Redaktur Literatsmansa.
Sumber:
-
Al-Qur'an
-
Al- hadits
-
Majmu Syarif Kamil