Rabu, 19 Maret 2025

bahaSABUdaya

 

PERAN ALAT MUSIK TRADISIONAL DALAM BUDAYA INDONESIA

Oleh: Risma Kusumah, S.Pd  *)


Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan budaya, termasuk dalam bidang seni musik. Alat musik tradisional tidak hanya berfungsi sebagai sarana hiburan, tetapi juga memiliki peran penting dalam berbagai aspek kehidupan masyarakat, seperti upacara adat, pertunjukan seni, hingga sebagai media pendidikan dan identitas budaya.

1.     Sarana Upacara Adat dan Ritual Keagamaan. Alat musik tradisional sering digunakan dalam berbagai upacara adat dan ritual keagamaan. Misalnya, gamelan dalam upacara keagamaan Hindu di Bali, atau tifa yang digunakan dalam upacara adat masyarakat Papua dan Maluku. Musik yang dihasilkan dari alat musik tradisional ini dipercaya dapat menghadirkan suasana sakral dan menghubungkan manusia dengan leluhur atau roh leluhur.

 

Sumber: https://www.wonderverseindonesia.com/en/article/travel/upacara-adat-papua

2.     Media Hiburan dan Pertunjukan. Seni Selain dalam ritual keagamaan, alat musik tradisional juga memainkan peran penting dalam hiburan dan pertunjukan seni. Contohnya, angklung dari Jawa Barat yang sering dimainkan dalam acara seni, atau kolintang dari Sulawesi Utara yang menjadi bagian dari pertunjukan musik daerah. Alat musik ini mampu memperkaya warna musik dan memberikan pengalaman budaya yang unik bagi penikmatnya.

 
Sumber: https://www.liputan6.com/regional/read/5745986/5-alat-musik-tradisional-asli-indonesia-yang-mendunia

3.     Sarana Pendidikan dan Pelestarian Budaya. Banyak alat musik tradisional yang dijadikan sebagai media pembelajaran di sekolah-sekolah dan sanggar seni. Pembelajaran alat musik tradisional membantu generasi muda mengenal dan memahami budaya daerahnya. Selain itu, praktik bermain alat musik tradisional juga melatih keterampilan motorik, kerja sama, serta meningkatkan rasa cinta terhadap warisan budaya bangsa.

4.     Identitas dan Kebanggaan Nasional. Alat musik tradisional mencerminkan identitas budaya suatu daerah dan menjadi simbol kebanggaan nasional. UNESCO bahkan telah mengakui beberapa alat musik tradisional Indonesia, seperti angklung, sebagai warisan budaya tak benda dunia. Pengakuan ini semakin memperkuat pentingnya melestarikan dan mempromosikan alat musik tradisional ke tingkat internasional.

Sumber: https://kumparan.com/kanalbali/menariknya-bule-as-main-gamelan-di-pesta-kesenian-bali-1rKG3VuSxKZ

5.     Media Komunikasi dan Ekspresi Seni. Dalam beberapa komunitas adat, alat musik tradisional digunakan sebagai sarana komunikasi. Misalnya, bedug dalam masjid digunakan untuk memberi tanda waktu salat, atau kentongan yang digunakan dalam masyarakat Jawa sebagai alat komunikasi untuk memberi tanda bahaya. Selain itu, musik tradisional juga menjadi media ekspresi seni yang menggambarkan kehidupan sosial, nilai-nilai budaya, serta sejarah suatu daerah.

Sumber: https://www.nesabamedia.com/pengertian-musik-tradisional/

Simpulan,  Alat musik tradisional memiliki peran yang sangat penting dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Selain sebagai sarana hiburan, alat musik ini juga berfungsi dalam upacara adat, pendidikan, komunikasi, serta menjadi identitas budaya. Oleh karena itu, menjaga dan melestarikan alat musik tradisional adalah tanggung jawab bersama agar warisan budaya ini tetap hidup dan berkembang di tengah arus modernisasi.

*) Guru Mata Pelajaran Seni Musik di SMAN 1 Pangalengan, Praktisi seni tradisional Sunda, diamanahi menjadi Pembina Ekstrakurikuler Paduan Suara

**) dari berbagai sumber

 

PENTING!!!!

Sehubungan dengan libur menjelang dan sesudah hari raya Iedul Fitri 1446 H, Literatsmansa tidak terbit menjumpai Ananda dari mulai  21 Maret 2025 sampai dengan 13 April 2025, hadir kembali pada 14 April 2025…terima kasih sudah menjadi pembaca yang setia…semoga bermanfaat menambah wawasan dan kompetensi Literasi Ananda…sampai Jumpa!!



Selasa, 18 Maret 2025

Ramadhan Talk 4

 

KEUTAMAAN MEMBACA AL-QUR'AN PADA BULAN RAMADHAN

Oleh: Restu Muhamad Taufik, S.Pd *)



Sumber: http://Bit.ly/4heMVgX

Berdasarkan hadits di atas dapat kita ketahui bahwa bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh berkah, di mana setiap amal ibadah yang dilakukan akan dilipatgandakan pahalanya. Salah satu amalan yang sangat dianjurkan pada bulan suci ini adalah membaca Al-Qur'an.

Sumber: Dokumentasi penulis

Ramadhan memiliki kaitan erat dengan Al-Qur'an karena kitab suci ini diturunkan pertama kali pada bulan tersebut, sebagaimana disebutkan dalam firman Allah:

Sumber: https://rb.gy/9zp0kg

Dengan diturunkanya kitab suci Al-Qur’an, bagi siapa saja yang membacanya akan mendapatkan beberapa keutamaan. Ada pun keutamaan Membaca Al-Qur'an di Bulan Ramadhan di antaranya :

  1. Mendapat Pahala Berlipat Ganda

Setiap huruf yang dibaca dari Al-Qur'an akan diberi pahala oleh Allah. Dalam hadis Rasulullah ﷺ disebutkan:

"Barang siapa yang membaca satu huruf dari Kitabullah (Al-Qur'an), maka baginya satu kebaikan. Dan satu kebaikan itu dilipatgandakan menjadi sepuluh kebaikan semisalnya..." (HR. Tirmidzi)

Pada bulan Ramadhan, pahala tersebut dilipatgandakan lebih besar lagi karena bulan ini adalah waktu yang penuh dengan keberkahan.

  1. Al-Qur'an Akan Menjadi Syafaat di Hari Kiamat

Membaca Al-Qur'an dengan penuh keikhlasan dan konsistensi akan menjadi penolong (syafaat) di hari kiamat. Rasulullah ﷺ bersabda:

"Bacalah Al-Qur'an, karena ia akan datang pada hari kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya." (HR. Muslim)

Di bulan Ramadhan, membaca Al-Qur'an lebih dianjurkan karena merupakan bulan turunnya wahyu pertama, sehingga semakin mendekatkan seorang hamba kepada Allah.

  1. Menjadikan Hati Tenang dan Mendekatkan Diri kepada Allah

Al-Qur'an adalah sumber cahaya dan ketenangan bagi hati. Allah berfirman:



Membaca Al-Qur'an di bulan Ramadhan, terutama di waktu sahur, siang, atau setelah tarawih, akan menambah ketenangan jiwa serta meningkatkan kedekatan kita kepada Allah.

  1. Meneladani Rasulullah ﷺ

Rasulullah ﷺ memiliki kebiasaan meningkatkan intensitas membaca dan mengkhatamkan Al-Qur'an selama bulan Ramadhan. Dalam hadis disebutkan bahwa Jibril datang setiap malam di bulan Ramadhan untuk menemui Rasulullah dan membacakan Al-Qur'an bersamanya. (HR. Bukhari dan Muslim)

Dengan meneladani kebiasaan Rasulullah, kita akan mendapatkan keutamaan yang besar dan lebih memahami makna serta ajaran dalam Al-Qur'an.

  1. Meraih Keberkahan dalam Hidup

Membaca dan memahami Al-Qur'an tidak hanya mendatangkan pahala, tetapi juga keberkahan dalam kehidupan. Al-Qur'an mengandung petunjuk hidup yang akan membawa kebaikan di dunia dan akhirat.

*) Guru Mata Pelajaran Geografi di SMAN 1 Pangalengan, diamanahi sebagai Pembina Ekskul Karate

**) dari berbagai sumber

Senin, 17 Maret 2025

MATEMAGIC

 

Matematika Ramadhan di Era Digital: Menghitung Keberkahan, Waktu, dan Amal Kebaikan

 

Oleh : Metty Novianti, S.Pd

Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan yang dinantikan umat Islam di seluruh dunia. Selain menjadi waktu untuk meningkatkan ibadah dan kedekatan dengan Allah, Ramadhan juga memiliki keterkaitan erat dengan matematika dalam berbagai aspek kehidupan, seperti perhitungan waktu ibadah, zakat, hingga pola konsumsi masyarakat.

Di era digital seperti sekarang, teknologi semakin mempermudah penerapan matematika dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan ibadah di bulan Ramadhan. Dengan adanya aplikasi jadwal sholat, kalkulator zakat online, hingga analisis data berbasis kecerdasan buatan (AI), umat Islam dapat lebih mudah mengelola ibadahnya secara efisien dan akurat. Artikel ini akan membahas bagaimana konsep matematika berperan dalam berbagai aspek Ramadhan serta bagaimana teknologi modern membantu umat Islam dalam mengoptimalkan bulan suci ini.

 

1. Matematika dalam Perhitungan Waktu Ibadah: Puasa, Sahur, dan Salat

Sumber: https://www.cnnindonesia.com/nasional/20230321174958-23-927983/infografis-jadwal-imsakiyah-dan-buka-puasa-ramadan-1444-h-bandung?zoom_infografis

Salah satu aspek terpenting dalam Ramadhan adalah pengaturan waktu, terutama dalam menentukan waktu sahur, imsak, berbuka, dan salat. Secara matematis, waktu-waktu ini ditentukan berdasarkan posisi matahari dan pergerakan bumi yang dihitung dengan prinsip-prinsip trigonometri dan astronomi.

Dulu, umat Islam mengandalkan pengamatan langsung dan jadwal cetak untuk mengetahui waktu ibadah. Kini, berbagai aplikasi digital seperti Muslim Pro, Athan, dan Kalender Hijriyah dapat memberikan notifikasi otomatis kapan waktu sahur, imsak, berbuka, dan salat berdasarkan lokasi pengguna.

2. Matematika dalam Zakat dan Sedekah: Menghitung Amal Kebaikan

Sumber: https://www.daaruttauhiid.org/matematika-sedekah-memberi-lebih-banyak-menuai-lebih-banyak/

Zakat merupakan salah satu kewajiban bagi umat Islam yang mampu, dan perhitungannya menggunakan prinsip dasar matematika. Misalnya, zakat maal (harta) memiliki nisab sebesar 85 gram emas, dan zakat yang harus dikeluarkan adalah 2,5% dari total harta yang telah mencapai nisab dan disimpan selama satu tahun.

Di era digital, aplikasi kalkulator zakat semakin mempermudah umat Islam dalam menghitung dan menyalurkan zakat mereka. Beberapa aplikasi bahkan dapat secara otomatis mengonversi nisab zakat sesuai harga emas terbaru.

 

3. Pola Konsumsi dan Ekonomi Ramadhan: Analisis Data Berbasis Matematika

Sumber: https://egsa.geo.ugm.ac.id/2023/09/25/persami-juli-perubahan-pasar-ekonomi-jual-beli-masa-depan-transaksi-dagang-online-dan-offline-di-indonesia/

Ramadhan juga membawa perubahan signifikan dalam pola konsumsi masyarakat. Berdasarkan analisis data dari berbagai platform e-commerce dan marketplace, pencarian produk makanan, pakaian, serta perlengkapan ibadah meningkat drastis menjelang dan selama Ramadhan.

Dengan kemajuan teknologi, perusahaan dan lembaga keuangan kini dapat menggunakan big data analytics untuk menganalisis pola konsumsi dan ekonomi selama Ramadhan.

 4. Artificial Intelligence (AI) dalam Ibadah Ramadhan


                                                       Sumber:https://images.app.goo.gl/dtCN5hp8BCDwj9YY9

Saat ini, banyak aplikasi Islam yang menggunakan Artificial Intelligence (AI) untuk membantu umat dalam menjalankan ibadah Ramadhan. Misalnya, chatbot berbasis AI dapat menjawab pertanyaan seputar puasa, zakat, dan doa harian dengan cepat dan akurat.

Simpulan

Matematika telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam berbagai aspek Ramadhan, mulai dari perhitungan waktu ibadah, zakat, hingga analisis data ekonomi. Kemajuan teknologi di era digital semakin memudahkan umat Islam dalam mengelola ibadah mereka dengan lebih akurat dan efisien.

Dengan adanya aplikasi jadwal sholat, kalkulator zakat, hingga AI yang membantu dalam analisis donasi, umat Islam dapat lebih mudah menjalankan ibadah dengan tepat waktu dan sesuai aturan.

 

*) Guru Matematika SMAN 1 Pangalengan

**) Dikutip Dari Berbagai Sumber

 

Minggu, 16 Maret 2025

Ramadhan Talk 3

 

MALAM NUZULUL. TARTIL, FADILAH, DAN ADAB MEMBACA

AL QUR’AN

Oleh: Hj. Ani Haelani, SS., M.Pd., MIL  *)


 

I. Malam Nuzulul Qur’an

Malam Nuzulul Qur'an adalah peristiwa penting dalam sejarah Islam, yaitu malam ketika Al-Qur’an pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad ﷺ. Peristiwa ini terjadi pada 17 Ramadhan di Gua Hira, saat Rasulullah ﷺ sedang berkhalwat (menyendiri) untuk merenungi kehidupan dan mencari kebenaran.

 
Sumber: https://uir.ac.id/keutamaan-malam-nuzulul-quran-raih-keberkahan-dari-allah-swt.html

a.    Turunnya Wahyu Pertama

Pada malam itu, Malaikat Jibril datang membawa wahyu pertama dari Allah, yaitu Surah Al-‘Alaq ayat 1-5:

 
"Iqra’ bismi rabbika alladzi khalaq. Khalaqal-insaana min ‘alaq. Iqra’ wa rabbukal-akram. Alladzi ‘allama bil-qalam. ‘Allamal-insaana maa lam ya’lam."

("Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah Yang Maha Mulia, yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya").

Nabi Muhammad ﷺ, yang saat itu belum bisa membaca, merasa ketakutan dan gemetar. Jibril memeluk beliau dan mengulangi perintah "Iqra’" (bacalah) hingga tiga kali. Setelah menerima wahyu tersebut, Rasulullah ﷺ segera pulang ke rumah dalam keadaan ketakutan dan meminta istrinya, Khadijah, untuk menyelimutinya.

b.    Dukungan dari Khadijah dan Waraqah bin Naufal

     Melihat kondisi suaminya, Khadijah radhiyallahu 'anha menenangkan Rasulullah ﷺ dan meyakinkan bahwa beliau adalah orang yang baik, sehingga tidak mungkin Allah akan membiarkannya dalam ketakutan. Khadijah lalu membawa Rasulullah ﷺ menemui Waraqah bin Naufal, seorang pendeta Nasrani yang memahami kitab-kitab terdahulu.

 
Sumber: https://web.facebook.com/DakwahMuslimah/photos/pb.465045926949531.-2207520000

Waraqah menjelaskan bahwa wahyu yang diterima Muhammad ﷺ adalah kebenaran, seperti wahyu yang diterima para nabi sebelumnya. Ia juga memperingatkan bahwa akan ada banyak tantangan yang harus dihadapi Rasulullah ﷺ dalam menyampaikan ajaran Islam.

c.     Makna dan Hikmah Nuzulul Qur’an

Malam Nuzulul Qur’an menjadi titik awal turunnya petunjuk bagi umat manusia. Al-Qur’an bukan hanya sebagai bacaan, tetapi juga sebagai pedoman hidup yang mengatur akhlak, ibadah, dan hubungan sosial.

Umat Islam memperingati malam ini dengan berbagai ibadah, seperti membaca dan mengkaji Al-Qur’an, shalat malam, serta berdoa agar mendapatkan keberkahan. Selain itu, momen ini mengingatkan kita untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah dan menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

 
Sumber: https://web.facebook.com/DakwahMuslimah/photos/pb.465045926949531.-2207520000

Semoga kita termasuk orang-orang yang mencintai, memahami, dan mengamalkan isi Al-Qur’an.

II. Beberapa Amalan yang Baik Dilakukan pada hari Nuzulul Qur'an

a.    Membaca dan Tadabbur Al-Qur'an

-       Perbanyak membaca Al-Qur'an, terutama surat yang membahas keutamaan Al-Qur'an, seperti Al-Baqarah ayat 2 atau Al-Isra ayat 9.

-       Lakukan tadabbur (mendalami makna) ayat-ayat yang dibaca untuk meningkatkan pemahaman dan pengamalan.

b.    Shalat Malam (Qiyamul Lail)

-       Perbanyak shalat tahajud dan witir, karena di bulan Ramadan, ibadah ini memiliki pahala berlipat.

-       Bisa juga melaksanakan shalat hajat dan berdoa agar diberi pemahaman yang baik tentang Al-Qur'an.

c.     Bersedekah dan Berbagi dengan Sesama

-       Meneladani Rasulullah ﷺ yang sangat dermawan di bulan Ramadan.

-       Bisa berupa makanan untuk berbuka puasa, uang, atau bantuan lain bagi yang membutuhkan.

d.    Berdoa agar diberikan keistiqamahan dalam membaca dan mengamalkan Al-Qur'an.

 
Sumber: https://www.cnnindonesia.com/edukasi/20241112160613-569-1165789/kumpulan-doa-agar-lulus-ujian-arab-latin-dan-artinya

Salah satu doa yang dianjurkan:

اللَّهُمَّ اجْعَلِ الْقُرْآنَ رَبِيعَ قَلْبِي وَنُورَ صَدْرِي وَجَلَاءَ حُزْنِي وَذَهَابَ هَمِّي

("Ya Allah, jadikanlah Al-Qur'an sebagai penyejuk hatiku, cahaya dadaku, penghilang kesedihanku, dan pelepas kegelisahanku.")

e.    Mengikuti Kajian tentang Al-Qur'an

-       Menghadiri ceramah atau kajian tentang sejarah turunnya Al-Qur'an dan keutamaannya.

-       Bisa juga mengikuti kajian online jika tidak ada yang diadakan di sekitar.

f.     Memperbanyak Istighfar dan Dzikir

-       Memohon ampun kepada Allah agar hati lebih bersih dalam menerima hidayah Al-Qur'an.

-       Perbanyak dzikir seperti Subhanallah, Alhamdulillah, Allahu Akbar, La ilaha illallah.

g.    Mengamalkan Isi Al-Qur'an dalam Kehidupan Sehari-hari

-       Tidak hanya membaca, tetapi juga berusaha menerapkan ajaran Al-Qur'an dalam kehidupan.

-       Misalnya, memperbaiki akhlak, menjaga lisan, dan meningkatkan ibadah.

          Hari Nuzulul Quran adalah waktu yang tepat untuk semakin dekat dengan Al-Qur'an. Semoga amalan yang dilakukan menjadi keberkahan dan membawa manfaat bagi kehidupan.

 
Sumber: https://daaruttauhiid.sch.id/keutamaan-membaca-al-quran-dalam-kehidupan-sehari-hari/

III. Langkah Membaca Al-Qur'an harus Tartil

     Membaca Al-Qur'an harus dilakukan dengan tartil, yaitu membaca dengan perlahan, jelas, dan sesuai dengan kaidah tajwid. Hal ini sesuai dengan perintah Allah dalam surah Al-Muzzammil ayat 4:

وَرَتِّلِ الْقُرْآنَ تَرْتِيلًا

"Dan bacalah Al-Qur'an itu dengan tartil."

Berikut adalah beberapa prinsip membaca Al-Qur'an dengan tartil:

a.     Membaca dengan Tajwid

b.     Mengucapkan setiap huruf dengan makhraj dan sifatnya yang benar.

c.     Memperhatikan hukum bacaan seperti mad, ghunnah, ikhfa', dan lainnya.

d.     Membaca dengan Perlahan dan Jelas

e.     Tidak terburu-buru agar setiap huruf dan kata terdengar dengan baik.

f.      Memberikan hak dan mustahak setiap huruf.

g.     Membaca dengan Khusyuk dan Tadabbur

h.    Merenungkan makna ayat yang dibaca.

i.      Membaca dengan hati yang tenang agar lebih memahami isi Al-Qur'an.

j.      Melafalkan dengan Fasih

k.     Memastikan pelafalan huruf hijaiyah sesuai dengan standar bacaan yang benar.

l.      Menghindari kesalahan dalam pengucapan yang bisa mengubah makna.

          Membaca Al-Qur'an dengan tartil akan membuat bacaan lebih indah, lebih mudah dipahami, serta lebih mendekatkan diri kepada Allah.

IV. Fadilah Membaca Al-Qur'an

     Rasulullah Saw, menerangkan fadilah bagi pembaca Al-Qur'an, antara lain:

a.     Membaca Al-Qur'an adalah berdialog dengan Allah SWT;

b.     Mendapatkan kemuliaan di sisi Allah SWT setelah para nabi;

c.     Mendapatkan tempat di surga bersama para Rasul;

d.     Mendapatkan Syafaat Al-Qur'an di hari kiamat;

e.     Satu huruf Al-Qur'an mempunyai satu kebaikan yang pahalanya bernilai sepuluh kebaikan.

Rasulullah Saw menganjurkan membaca dan memahami Al-Qur'an, sabda Nabi Saw.:

a.     "Sebaik-baik orang ialah yang mempelajari Al-Qur'an dan mengajarkannya;

b.     "Tidak boleh iri kecuali kepada orang yang memahami Al-Qur'an serta mengamalkannya siang dan malam;

c.     "Ibadah umatku yang paling utama ialah membaca Al-Qur'an.";

d.     "Terangilah rumahmu dengan shalat dan membaca Al-Qur'an";

e.     "Al-Qur'an adalah hidangan Allah SWT, janganlah kamu menjauhinya."

Sumber: https://jurnalistik.tsirwah.com/keistimewaan-membaca-al-quran-dalam-kehidupan-sehari-hari-sungguh-menakjubkan/

V. Adab Membaca Al-Qur'an

     Adab (terkait dengan sopan santun dan etika membaca Al-Qur'an), yakni:

a.     Berwudu;

b.     Membaca di tempat yang suci, disunahkan di masjid;

c.     Menghadap Kiblat;

d.     Membaca Taawudz; (Audzubillahiminasyaitoonirroziim)

e.     Membaca Basmallah; (Bismillahirohmaanirrahiim)

f.      Menyempurnakan bacaan dengan tajwid dan lagu yang baik;

g.     Merendahkan suara bila khawatir riya. Jika tidak, lebih utama mengeraskannya;

h.    Mengarahkan pikiran dan perasaan untuk memahami bacaan;

i.      Merenungi (memahami) ayat-ayat yang dibaca;

j.      Membaca mushaf lebih utama daripada hafalan;

k.     Makruh untuk bergurau, tertawa, atau melihat sesuatu yang akan mengganggu dan menghentikan bacaan;

l.      Bersujud ketika membaca ayat sajdah;

سَجَدَ وَجْهِيَ لِلَّذِي خَلَقَهُ وَشَقَّ سَمْعَهُ وَبَصَرَهُ بِحَوْلِهِ وَقُوَّتِهِ

"Wajahku bersujud kepada (Allah) yang telah menciptakannya, membentuk pendengarannya, dan penglihatannya dengan daya dan kekuatan-Nya." (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

m.   Membaca takbir di antara dua surah, yang dimulai dari surah Adl-Dhuha sampai akhir surah Al-Qur'an;

n.    Ketika selesai atau berhenti membaca ayat atau surah, hendak membaca (صدَقَ اللَّهُ العَظِيمُ)

                       "Maha Benar Allah yang Agung";

o.     Selain itu hendaknya membaca doa khatam Al-Qur'an:

اللهم ارحمني بالقرآن واجعله لي إمامًا ونورًا وهدى ورحمة. اللهم ذكرني منه ما نسيت وعلمني منه ما جهلت وارزقني تلاوته آناء الليل وأطراف النهار واجعله لي حجة يا رب العالمين.

"Ya Allah, rahmatilah aku dengan Al-Qur'an dan jadikanlah ia sebagai pemimpin, cahaya, petunjuk, dan rahmat bagiku. Ya Allah, ingatkanlah aku dengan apa yang telah aku lupa darinya, ajarkanlah aku apa yang belum kuketahui darinya, dan berilah aku rezeki untuk membacanya di waktu malam dan siang, serta jadikanlah ia sebagai hujjah (pembela) bagiku, wahai Tuhan semesta alam."

p.     Berpuasa ketika khatam Al-Qur'an dan mengundang tetangga, sanak saudara, dan handai tolan untuk syukuran;

q.     Membaca doa khatam Al-Qur'an sebagaimana yang terdapat pada akhir Al-Qur'an.

*) Guru Bahasa Indonesia, Koordinator Gerakan Literasi di SMAN 1 Pangalengan, Redaktur Literatsmansa.

Sumber:

- Al-Qur'an

- Al- hadits

- Majmu Syarif Kamil

bahaSABUdaya

  PERAN ALAT MUSIK TRADISIONAL DALAM BUDAYA INDONESIA Oleh: Risma Kusumah, S.Pd   *) Indonesia dikenal sebagai negara yang kaya akan bud...