FIBONACCI.
KEAJAIBAN MATEMATIKA DARI ALAM HINGGA KEUANGAN
Oleh:
Risman Firmansyah, M.Pd *)
Pendahuluan
Deret
Fibonacci adalah salah satu konsep matematika paling menarik yang tidak hanya
hadir dalam dunia angka, tetapi juga muncul dalam berbagai fenomena alam, seni,
teknologi, dan bahkan keuangan. Pola yang ditemukan oleh matematikawan Italia
abad pertengahan ini telah menjadi dasar bagi pemahaman kita tentang proporsi
alam, efisiensi desain, dan strategi investasi. Artikel ini akan membahas
sejarah penemuan Fibonacci, definisi dan sifat deretnya, manifestasinya di alam
raya, serta penerapannya dalam berbagai bidang termasuk kompresi data, desain
web, dan trading forex.
Sejarah
Penemuan Fibonacci

Deret
Fibonacci pertama kali diperkenalkan ke dunia Barat oleh Leonardo
Pisano, yang dikenal sebagai Fibonacci (sekitar 1170–1250 M). Nama
"Fibonacci" berasal dari kata filius Bonacci, yang
berarti "anak dari Bonacci". Ayahnya, Guglielmo Bonacci, adalah
seorang pedagang yang membawa Fibonacci muda ke Afrika Utara, di mana ia
belajar matematika dari sistem angka Hindu-Arab.
Fibonacci
mempopulerkan sistem angka desimal dan deret yang kemudian dinamai atas namanya
dalam bukunya yang terkenal, Liber Abaci (Buku
Perhitungan, 1202). Dalam buku ini, ia mengajukan masalah teoretis tentang
pertumbuhan populasi kelinci, yang menghasilkan deret angka: 1, 1, 2, 3, 5, 8,
13, 21, dan seterusnya. Meskipun pola serupa sebenarnya telah dikenal
sebelumnya oleh matematikawan India seperti Gopala dan Hemachandra pada abad
ke-12, Fibonacci-lah yang memperkenalkannya secara sistematis ke Eropa.
Definisi
dan Deret Fibonacci
Deret
Fibonacci adalah barisan bilangan di mana setiap suku setelah dua suku pertama
merupakan penjumlahan dari dua suku sebelumnya. Secara matematis, dinyatakan
sebagai:

dengan
kondisi awal:

Beberapa suku pertama
deret Fibonacci adalah:
0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, …
Rasio
Emas (φ)
Salah
satu sifat menarik dari deret Fibonacci adalah rasio antara dua suku
berturut-turut yang semakin mendekati Rasio Emas (φ) yaitu
sekitar 1.618 ketika suku-sukunya semakin besar. Rasio emas
dianggap sebagai proporsi yang estetis dan harmonis, muncul dalam seni,
arsitektur, dan alam.
Fibonacci
dalam Alam Raya
Pola
Fibonacci dan rasio emas ditemukan di berbagai struktur alam, menunjukkan bahwa
matematika adalah bahasa universal yang mendasari keteraturan alam.
1.
Spiral pada Tumbuhan
- Bunga Matahari: Biji-biji
bunga matahari tersusun dalam pola spiral ganda yang mengikuti deret
Fibonacci (biasanya 34 dan 55 spiral).
- Pohon dan Daun: Percabangan
pohon dan susunan daun (phyllotaxis) sering mengikuti pola Fibonacci untuk
memaksimalkan penyerapan cahaya matahari.

2.
Cangkang Hewan
- Cangkang Nautilus: Bentuk
spiral logaritmik cangkang nautilus mengikuti rasio emas, memungkinkan
pertumbuhan yang proporsional tanpa perubahan bentuk.

3.
Tubuh Manusia
- Proporsi tubuh manusia, seperti
perbandingan panjang lengan terhadap tangan, juga mendekati rasio emas.

4.
Galaksi Spiral
- Beberapa galaksi, seperti Galaksi
Bima Sakti, memiliki lengan spiral yang mengikuti pola Fibonacci.

Fenomena
ini menunjukkan bahwa pola Fibonacci bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari
proses pertumbuhan yang efisien dan optimal di alam.
Manfaat
dan Penggunaan Fibonacci dalam Berbagai Bidang
1.
Kompresi Data (Fibonacci Codes)
Dalam
teknologi informasi, Fibonacci Codes digunakan sebagai salah
satu metode kompresi data. Berdasarkan penelitian, algoritma ini diterapkan
untuk mengompres file audio MP3 dengan mengubah data heksadesimal menjadi
representasi biner berdasarkan deret Fibonacci. Hasilnya menunjukkan penurunan
ukuran file hingga 48,44% (Space Savings) dengan Compression
Ratio 51,56%. Algoritma ini termasuk variable-length code, di
mana bilangan yang lebih kecil mendapat kode lebih pendek.
2.
Desain dan Rasio Emas
Rasio
emas dari deret Fibonacci banyak diterapkan dalam desain grafis, arsitektur,
dan antarmuka pengguna (UI/UX). Contohnya:
- Desain Web: Rasio
emas digunakan untuk menentukan tata letak, ukuran tipografi, dan
komposisi visual agar tampilan lebih seimbang dan nyaman dilihat.
- Logo Perusahaan: Logo
Apple, Pepsi, dan Twitter menggunakan rasio emas dalam proporsi desainnya.
- Fotografi: Aturan
"Phi Grid" membantu fotografer menentukan komposisi gambar yang
estetis.
3.
Matematika dan Aljabar
Fibonacci
memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan aljabar dan sistem
bilangan. Bukunya, Liber Abaci, tidak hanya mengenalkan deret
Fibonacci, tetapi juga sistem angka Hindu-Arab ke Eropa, yang menjadi dasar
matematika modern.
Fibonacci
dalam Trading Forex

Dalam
analisis teknikal pasar keuangan, terutama forex, deret Fibonacci digunakan
untuk mengidentifikasi level support dan resistance,
serta memprediksi pergerakan harga.
Alat
Analisis Fibonacci yang Populer:
- Fibonacci Retracement: Menentukan
level koreksi harga setelah tren naik atau turun. Level umum: 23,6%,
38,2%, 50%, 61,8% (rasio emas), dan 78,6%.
- Fibonacci Extension: Memproyeksikan
target harga setelah breakout. Level umum: 138,2%, 161,8%, 261,8%.
- Fibonacci Fan dan Arcs: Menggabungkan
garis tren dan lingkaran untuk analisis lebih mendalam.
Contoh
Penerapan:
Trader
menggunakan Fibonacci retracement untuk menemukan titik masuk (entry)
saat harga melakukan koreksi dalam tren utama. Misalnya, setelah kenaikan
harga, jika harga turun ke level 61,8% dan menunjukkan tanda rebound, trader
dapat membeli dengan ekspektasi tren naik akan berlanjut.
Hal
Penting Lainnya tentang Fibonacci
- Fibonacci dalam Seni dan Musik: Banyak
komposer dan seniman menggunakan rasio emas untuk menciptakan karya yang
harmonis, seperti pada lagu "Hey Jude" dari The Beatles.
- Fibonacci dalam Biologi: Pola
Fibonacci ditemukan dalam struktur DNA, pembelahan sel, dan pertumbuhan
populasi hewan.
- Fibonacci dan Filosofi: Pola
ini mengilustrasikan keteraturan alam yang matematis, mendukung pandangan
bahwa alam semesta beroperasi berdasarkan prinsip matematika.
Simpulan
Deret
Fibonacci adalah contoh bagaimana matematika tidak hanya abstrak, tetapi juga
terhubung erat dengan realitas alam, seni, teknologi, dan keuangan. Dari
pertumbuhan tanaman hingga analisis pasar forex, pola Fibonacci menunjukkan
keuniversalannya sebagai prinsip keteraturan dan efisiensi. Pemahaman tentang
Fibonacci tidak hanya memperkaya pengetahuan matematika, tetapi juga memberikan
alat praktis untuk berbagai bidang kehidupan.
*) Guru Matematika di SMAN I Pangalengan. Staf Kesiswaan. diamanahi pengelola SMATER SMAN I Pangalengan
Referensi
- Panjaitan, J. M. (2021). Penerapan
Algoritma Fibonacci Codes Pada Kompresi Aplikasi Audio Mp3 Berbasis
Dekstop. BIMASATI, 1(1), 27–33.
- Mokodompit, N. F., dkk. (2025). Bilangan
Fibonacci dan Spiral Alam: Harmoni Matematika dalam Struktur Alamia.
de Fermat: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(1), 312.
- Febriana, R. (2025). Pemahaman
Aljabar: Sebuah Kajian Filosofi dan Historis. Jurnal Cendekia, 9(2),
921–929.
- Pramudita, R. P. (2019). Penerapan
Konsep Rasio Emas dalam Desain Web. Makalah IF2120 Matematika Diskrit,
Institut Teknologi Bandung.
- Smith, D. (2011). The
Hindu-Arabic Numerals. (Edisi ke-2). Cambridge University Press.
- Salomon, D. (2004). Data
Compression – The Complete Reference (Edisi ke-3). Springer.
- Kazlacheva, Z. (2015). An
Investigation Of Application Of The Golden Ratio And Fibonacci Sequence In
Fashion Design And Pattern Making. International Journal of
Engineering Research and Technology.