"Selamat datang kembali di bangku sekolah! Semoga tahun ini penuh keceriaan , pengetahuan baru serta prestasi yang membanggakan"

Senin, 19 Januari 2026

HUMANIORA

 Jago Scrolling Jago Juga Bahasa Inggris? Why Not?

Oleh: Dra. Hj. Garliantika *)

 



Siapa di sini yang sehari-harinya tak bisa lepas dari Instagram, YouTube, atau TikTok? Scroll sebelum tidur, nonton video favorit, atau sekadar lihat reels lucu. Berapa persenkah dari kalian yang berpikir kalau media sosial itu bisa jadi tempat belajar Bahasa Inggris juga? Pasti lebih dari 50 persen kan?  Yes, belajar Bahasa Inggris sekarang nggak harus selalu duduk di kelas sambil buka buku tebal. Berdasarkan pengalaman pribadi penulis pula, media sosial justru bisa jadi “kelas” paling santai tapi efektif, apalagi untuk anak muda seperti kalian.

https://marinews.mahkamahagung.go.id/artikel/pengaruh-media-sosial-terhadap-peradaban-peradilan-0xw

Sebelum ke pembahasan, penulis ingin menyampaikan pertanyaan sederhana terlebih dahulu: Pernah nggak kamu nonton video Inggris tanpa subtitle, atau tiba-tiba ngerti maksud lagu barat favoritmu? Kalau pernah, berarti kamu sudah belajar Bahasa Inggris—tanpa sadar!

Mulai dari Scroll, Ternyata Jadi Belajar

Awalnya, mungkin kita cuma iseng follow akun Instagram yang sering upload English quotes, daily vocabulary, atau video singkat tentang cara ngomong Bahasa Inggris yang natural. Eh, lama-lama jadi kebiasaan. Tanpa sadar, kosakata nambah, dan jadi lebih pede baca caption berbahasa Inggris.

Di YouTube, kita juga bisa nonton video dari channel pembelajaran Bahasa Inggris atau bahkan vlog orang luar negeri. Pernah nggak nonton vlog sambil mikir, “Oh, ternyata mereka ngomongnya gini ya?”, “Oh, ternyata kata itu maksudnya ini ya? nah, itu proses belajar juga, lho!

 

https://www.youtube.com/c/englishwithlucy/videos

Di Instagram, kita bisa menyimak atau bahkan bergabung dalam siaran langsung yang selenggarakan oleh ‘online teacher’ yang kita  pilih. Kita dapat berinteraksi  baik secara tulisan bahkan bila beruntung bisa secara lisan lho! Biasanya ‘online teacher’ akan memilih berdasarkan keaktifan kita di komunitas belajar tersebut sih. Keren nggak sih bisa berinteraksi dengan online teacher yang juga native speaker. Atau paling tidak kita saling kirim komen dengan pemirsa lainnya dari seluruh penjuru dunia?

Pilih Aplikasi Tertentu  Biar Belajarnya Lebih Serius (Tapi Tetap Santai)

Di IG, Youtube atau Tiktok, ada  aplikasi keren yang ditawarkan  seperti Promova, Duolingo, Stimuler, dan lainnya. Aplikasi ini cocok buat kamu yang: Mau nambah kosakata tiap hari; Latihan speaking tanpa takut salah; Belajar ‘dikit’ tapi rutin. Enaknya, kamu bisa belajar kapan saja. Nunggu jemputan? Buka aplikasi. Sebelum tidur? Satu lesson dulu. Nggak ribet, kan?

 

https://pbi.umsida.ac.id/penerapan-media-sosial-sebagai-alat-pembelajaran-bahasa-inggris-yang-menyenangkan/

Kisah Nyata: Dari Sering Scroll Jadi Lancar Bahasa Inggris

Ada seorang siswa SMA (sebut saja Dio). Awalnya, dia merasa Bahasa Inggris itu susah dan membosankan. Tapi karena suka main TikTok dan YouTube, dia mulai sering nonton konten Bahasa Inggris. Sedikit demi sedikit, dia coba pakai aplikasi belajar juga. Hasilnya? Sekarang Dio lebih percaya diri speaking di kelas, lebih cepat ngerti soal listening, bahkan berani ngobrol sama teman dari luar negeri lewat media sosial. Keren nggak sih?

Kenapa Media Sosial Cocok Buat Belajar Bahasa Inggris?

Berikut alasan kenapa media sosial pas banget buat generasi muda:

1.       Nggak Bikin Bosan, Videonya singkat, visualnya menarik, bahasanya ringan.

2.       Hemat Waktu dan Biaya, Gratis atau murah, dan bisa dipelajari di sela-sela aktivitas.

3.       Bahasanya Asli dan Kekinian, Kamu belajar Bahasa Inggris yang benar-benar dipakai sehari-hari, bukan cuma dari buku.

4.       Belajar Sesuai Minat, Suka musik? Film? Game? Semua ada konten Bahasa Inggrisnya!

Belajar Tanpa Terasa Belajar

Menurut teori pembelajaran, kita lebih mudah belajar saat:

·         Merasa nyaman

·         Tertarik dengan materi

·         Tidak tertekan

 

https://pbi.umsida.ac.id/penerapan-media-sosial-sebagai-alat-pembelajaran-bahasa-inggris-yang-menyenangkan/

Yuk, Mulai dari Sekarang!

Coba deh mulai dari hal kecil:

·         Follow satu akun English learning di Instagram atau platform lainnya.

·         Tonton satu video  berbahasa Inggris hari ini.

·         Download satu aplikasi belajar Bahasa Inggris.

Dari hal- hal kecil ini, seiring dengan kebutuhan belajarmu, kamu nanti akan follow lebih banyak lagi akun English learning sampai nanti kamu merasa bahwa ini adalah kebutuhan atau bahkan jadi menu keseharianmu !

Ingat, nggak perlu langsung jago. Yang penting mulai dan konsisten. Jadi, pertanyaannya sekarang: Kamu mau tetap scroll tanpa tujuan, atau scroll sambil jadi makin jago Bahasa Inggris? Pilihan ada di tangan kamu.

Happy learning, and enjoy your English journey!

 

*) Guru Bahasa Inggris di SMAN I Pangalengan, Penulis naskah soal Ujian Nasional Bahasa Inggris untuk SMA, Pengisi suara Materi Ujian “Listening”

**) Ditulis berdasarkan pengalaman pribadi penulis

Minggu, 18 Januari 2026

Current Science

 MENJAGA OTAK, MENJAGA MASA DEPAN

Oleh: Endah Purwanti, S.Pd., M.M.Pd *)

 

Kebiasaan gaya hidup dapat memengaruhi kesehatan kognitif. Era teknologi yang seharusnya memberikan bermacam kemudahan justru lebih banyak merugikan otak. Gaya hidup modern membuat proses berpikir lebih lambat, lebih padat, dan menurunkan kemampuan berpikir. Hiperkonektivitas memengaruhi otak yang pada akhirnya membuatmu menjadi kurang produktif dan efektif. 

Sumber: https://www.istockphoto.com/id/vektor/wanita

Otak adalah pusat kendali seluruh aktivitas tubuh manusia. Setiap pikiran, gerakan, emosi, dan keputusan yang kita ambil dikendalikan oleh organ penting ini. Oleh karena itu, menjaga kesehatan otak dan organ tubuh lainnya merupakan bentuk investasi bagi masa depan.

Struktur Otak Manusia

Sumber : cnnindonesia ; mengenal bagian bagian otak manusia dan fungsinya

Otak manusia terdiri dari beberapa bagian utama, yaitu:

1.       Otak Besar (Cerebrum) Berfungsi untuk berpikir, mengingat, mengambil keputusan, dan mengendalikan gerakan sadar. Bagian ini sangat berperan dalam proses belajar siswa.

2.       Otak Kecil (Cerebellum)  Mengatur keseimbangan, koordinasi gerak, dan ketepatan motorik.

3.       Batang Otak (Brainstem) Mengendalikan fungsi vital seperti pernapasan, denyut jantung, dan tekanan darah.

Ketiga bagian ini bekerja secara terkoordinasi. Kerusakan pada salah satu bagian otak dapat mengganggu fungsi tubuh secara keseluruhan. Kamu merasa susah konsentrasi, mudah lupa, atau lambat memahami hal-hal tertentu? Apa karena usia? Mungkin kamu sering melakukan kebiasaan-kebiasaan yang mengganggu kesehatan otak. Otak adalah organ yang memiliki fungsi sangat penting di dalam tubuh. Agar dapat bekerja dengan baik, organ ini butuh aliran darah yang lancar dan asupan nutrisi berkualitas, seperti vitamin, mineral, glukosa, dan antioksidan. Sebaliknya, kesehatan otak bisa terganggu jika kamu terbiasa menjalani kebiasaan atau pola hidup yang kurang sehat.

Kebiasaan Hidup Tidak Sehat dan Dampaknya

Beberapa kebiasaan yang sering dianggap sepele ternyata dapat merusak otak dan organ tubuh lainnya, antara lain:

 
                                         

Sumber: https://rri.co.id/kesehatan

Kebiasaan Buruk Dan Dampaknya Pada Otak

Kebiasaan buruk tidak hanya merugikan fisik tubuh, tetapi juga dapat berdampak serius pada kesehatan otak. Otak adalah organ yang sangat kompleks dan rentan terhadap pengaruh lingkungan sekitar, termasuk kebiasaan sehari-hari. Kali ini kita akan menjelajahi beberapa kebiasaan buruk yang dapat merugikan kesehatan otak dan berpotensi menyebabkan berbagai masalah kognitif.

·         Kurang Tidur: Tidur adalah bagian penting dari proses regenerasi otak. Kurang tidur dapat mengganggu fungsi kognitif, daya ingat, dan kemampuan pemecahan masalah. Kekurangan tidur kronis juga dapat meningkatkan risiko gangguan neurodegeneratif, seperti Alzheimer.

·         Kurang Aktivitas Fisik: Gaya hidup yang kurang aktif tidak hanya merugikan jantung dan otot, tetapi juga dapat merugikan otak. Olahraga teratur meningkatkan aliran darah ke otak, memberikan oksigen dan nutrisi yang diperlukan untuk menjaga kesehatan sel-sel saraf.

·         Konsumsi Alkohol : Alkohol dapat merusak sel-sel otak dan mengganggu komunikasi antar sel saraf. Konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan gangguan memori, penurunan konsentrasi, dan risiko lebih tinggi terkena penyakit mental.

·         Merokok: Zat-zat berbahaya dalam rokok, terutama nikotin dan karbon monoksida, dapat merusak pembuluh darah otak dan meningkatkan risiko penyakit pembuluh darah otak. Ini dapat mengakibatkan penurunan fungsi kognitif dan meningkatkan risiko stroke.

·         Kurangnya Asupan Nutrisi: Gizi yang buruk dapat memberikan dampak negatif pada otak. Nutrisi penting seperti asam lemak omega-3, vitamin B, dan antioksidan berperan penting dalam menjaga kesehatan otak. Kekurangan nutrisi ini dapat menyebabkan penurunan fungsi kognitif.

·         Stres yang Berlebihan: Stres kronis dapat merusak struktur otak dan mengganggu fungsi neurotransmitter. Hal ini dapat berkontribusi pada gangguan mental seperti depresi dan kecemasan, serta mempengaruhi kemampuan otak untuk mengatasi tantangan sehari-hari.

·         Terlalu Banyak Paparan Layar: Paparan berlebihan terhadap layar, terutama dari perangkat elektronik seperti ponsel dan komputer, dapat mengganggu tidur dan menyebabkan kelelahan otak. Radiasi sinar biru dari layar juga dapat merusak sel-sel saraf.

Menghindari kebiasaan-kebiasaan buruk ini dan menggantinya dengan kebiasaan sehat dapat berperan besar dalam menjaga kesehatan otak. Pola hidup yang seimbang, termasuk tidur yang cukup, aktivitas fisik teratur, dan konsumsi nutrisi yang baik, adalah langkah-langkah penting untuk memastikan otak tetap berfungsi optimal dalam jangka panjang

·         Bertemu dan berinteraksi dengan orang lain dapat membuat otak tetap aktif. Inilah mengapa orang yang aktif bersosialisasi tidak cepat pikun. Jadi, sesibuk apa pun, sempatkan berkumpul dan melakukan hal-hal menyenangkan bersama teman-teman atau keluarga, ya!

·         Menghentikan kebiasaan yang mengganggu kesehatan otak seperti di atas dan menggantinya dengan kebiasaan yang positif tidak hanya akan membuat otak lebih sehat, tapi juga bisa membuatmu lebih mudah mengingat, lebih produktif bekerja, dan hidup lebih bahagia.

 

Sumber: https://web.facebook.com/photo.php?fbid=2510824808940181&id

Pengaruh Otak Pada Organ Lain (Psikosomatik)

Otak adalah pusat kendali, sehingga masalah pada otak langsung memengaruhi organ lain melalui pelepasan hormon dan sinyal saraf. Hubungan timbal balik, Kebiasaan buruk merusak otak, dan otak yang rusak kemudian mengirimkan sinyal abnormal ke organ lain, menyebabkan berbagai keluhan fisik dan penyakit kronis, serta memperburuk kondisi mental. 

 
Sumber: https://www.hrexcellency.com/blog/tips-motivasi/membentuk-otak-yang-tajam-jalan-menuju-kesuksesan-dan-kebahagiaan/

Nasehat untuk Generasi Muda

Sebagai pelajar, kita memiliki tanggung jawab untuk menjaga kesehatan tubuh dan otak agar mampu belajar dengan optimal. Mulailah dengan kebiasaan sederhana seperti tidur cukup, makan bergizi, berolahraga teratur, dan menghindari perilaku berisiko. Ingatlah, otak yang sehat melahirkan pikiran yang cerdas, dan tubuh yang sehat mendukung masa depan yang gemilang. Pilihan hidup hari ini menentukan kualitas hidup di masa depan.

 

*) Guru Biologi, Alumnus Training Management for Teachers di Adelaide Australia. Sekarang diamanahi menjadi Kepala SMAN 1 Pangalengan

**) Disarikan dari berbagai sumber

Rabu, 14 Januari 2026

Life Skills

 Yuk…Kita Menulis! ! !

Oleh: Redaksi Literatsmansa

Ananda yang baik, menulis bukan sekadar tugas sekolah atau cara mengisi waktu luang. Bagi banyak orang, menulis adalah alat penting yang membantu kita memahami diri sendiri, menjaga kesehatan mental, bahkan membangun karier yang menjanjikan di masa depan. Kegiatan ini ternyata memiliki kekuatan besar baik secara psikologis maupun praktis terutama untuk generasi muda seperti Ananda sekalian yang sedang mencari arah hidup. Sebelum kita bahas soal karier, mari kita lihat dulu apa yang terjadi di dalam diri ketika kita menulis.

 
Sumber: https://makanmasakcom.wordpress.com/minum/

Menulis sebagai terapi psikologis

Menulis ekspresif yaitu menuliskan perasaan, pengalaman, atau pikiran terdalam telah dibuktikan oleh banyak penelitian sebagai cara yang efektif meningkatkan kesejahteraan mental. Hasil riset menunjukkan bahwa orang yang menulis tentang pengalaman hidupnya secara teratur cenderung memiliki suasana hati yang lebih baik dan fungsi psikologis yang lebih sehat dibanding yang tidak menulis…so, kalua Ananda gabut or suntuk, menulis menjadi pilihan menghilangkan perasaan tersebut.

 
Sumber: https://nasmedia.id/blog/jadikan-tulisan-sebagai-terapi-pikiran-dan-emosi/

Mengurangi stres dan kecemasan

Berbagai studi, termasuk penelitian di Journal of Research in Personality, menemukan bahwa menulis tentang tujuan hidup atau kehidupan dapat mengurangi kunjungan ke fasilitas kesehatan dan memperbaiki kondisi mental secara keseluruhan.

Membantu mengenali diri sendiri

Aktivitas seperti journaling (menulis jurnal pribadi) bisa membantu kita memahami apa yang kita rasakan dan alami, serta memberi kita ruang untuk memproses emosi yang kompleks dengan cara yang sehat. Hal ini penting terutama saat Ananda menghadapi tekanan sekolah, hubungan sosial, atau perubahan besar di hidup.

 
Sumber: https://nasmedia.id/blog/menulis-sebagai-proses-menyembuhkan-diri/

Menulis Juga Baik untuk Kesehatan Fisik

Ananda yang soleh, menulis tidak hanya berdampak pada pikiran, tapi juga bisa memberi efek pada tubuh. Beberapa penelitian seperti yang dirangkum dalam jurnal psikologi medis menunjukkan bahwa menulis pengalaman hidup dapat membantu memperbaiki fungsi sistem kekebalan tubuh, mengurangi peradangan, hingga menurunkan tingkat stres fisik….hayoh siapa yang suka sakit-sakitan…menulis bisa jadi alternatif pengobatan yang murag meriah. Ya, meskipun kedengarannya tidak langsung, tulisanmu bisa “menenangkan tubuhmu” melalui efeknya pada pikiran dan emosi.

Menulis Meningkatkan Keterampilan Hidup

Menulis melatih beberapa kemampuan penting yang tak hanya berguna di sekolah, tetapi juga dalam kehidupan profesional:

  • Kemampuan berpikir kritis & analitis  kamu belajar menyusun argumen dan berpikir jernih.
  • Komunikasi efektif  belajar menyampaikan ide dengan jelas dan menarik.
  • Kreativitas  latihan menulis cerita atau ide mengasah imajinasi. Semua keterampilan ini adalah fondasi penting saat kamu memasuki dunia kerja atau kuliah kelak.

Menulis Bisa Jadi Profesi dan Sumber Penghasilan Menjanjikan

Banyak orang berpikir “penulis cuma orang yang bikin novel”. Padahal, kegiatan menulis membuka pintu ke banyak profesi menarik yang saat ini sangat dibutuhkan di berbagai bidang. Berikut beberapa contohnya:

 
Sumber: https://id.tun.com/blog/Pekerjaan-12-untuk-jurusan-jurnalisme/

 Contoh Profesi Berkaitan Dengan Menulis (dan Peluang Pendapatannya)

Profesi

Deskripsi Singkat

Perkiraan Penghasilan

Content Writer (Penulis Konten)

Menulis artikel atau konten untuk situs web, blog, media sosial.

Rp 4.500.000 – Rp 6.130.000/bulan di Indonesia (rata-rata)

Copywriter

Menulis teks promosi dan iklan.

Rp 3.000.000 – Rp 8.000.000/bulan tergantung pengalaman

Technical Writer

Menulis panduan teknis seperti manual produk atau dokumentasi perusahaan.

Rp 5.000.000 – Rp 10.000.000/bulan (menengah)

Journalist (Jurnalis)

Melaporkan berita dan informasi untuk media.

Rp 2.000.000 – Rp 8.300.000/bulan di Indonesia

Freelance Writer

Penulis lepas, bisa menulis berbagai topik di banyak tempat sekaligus.

Variatif, tergantung proyek & klien

Author (Penulis Buku)

Menulis buku fiksi atau non-fiksi; bisa dapat advance + royalti.

Bervariasi; sebagian penulis buku internasional rata-rata ~$72,000/tahun (~Rp 1 miliar+)

Scriptwriter / Screenwriter

Menulis naskah untuk film, iklan, atau pertunjukan.

Potensi penghasilan tinggi tergantung kontrak proyek

Ghostwriter

Menulis tulisan untuk orang lain tanpa namamu tercantum di karya itu.

Bisa dibayar tinggi per proyek

Selain itu, banyak ahli menulis seperti editor, content strategist, proofreader, dan grant writer yang juga bergantung pada keterampilan menulis mereka untuk berkarier.

Mengapa Menulis Disebut sebagai Investasi Masa Depan untuk Remaja

Fleksibel dan bisa dilakukan di mana saja kamu bisa menulis dari kamar, perpustakaan, atau kafe.
Peluang kerja di masa digital  perusahaan besar dan kecil selalu butuh penulis konten untuk menarik audiens. Belajar menulis sejak dini = keterampilan kompetitif  di banyak bidang termasuk marketing, teknologi, dan media, keterampilan menulis sangat dihargai.

 
Sumber: https://kumparan.com/kumparanbisnis/begini-cara-investasi-reksa-dana

Menulis adalah investasi besar untuk masa depanmu  bukan sekedar hobi, tapi juga alat kuat untuk hidup yang lebih sehat dan karier yang sukses…so, yukk kita menulis! ! !.

**) dari berbagai referensi online

Selasa, 13 Januari 2026

Learn from History

 ANTARA KITA, PERANG DUNIA, DAN GEOPOLITIK SEKARANG

Oleh: Redaksi Literatsmansa

 


Jika Ananda mendengar istilah “Perang Dunia”, yang terbayang biasanya film-film perang, tank, dan adegan heroik. Tapi di balik itu semua, Perang Dunia I (1914–1918) dan Perang Dunia II (1939–1945) lahir dari cerita yang jauh lebih rumit, persaingan negara, ambisi kekuasaan, teknologi, propaganda, dan salah perhitungan para pemimpin dunia. Menariknya, banyak pola yang dulu ada… masih terasa gaungnya sampai sekarang, di era geopolitik modern ketika Amerika Serikat menjadi kekuatan global yang sangat dominan…beberap hari ini kita dihadapkan dengan berita seputar president Trump yang menculik presiden Venezuela “Nicolas Maduro” disambung lagi keinginan Trump “mencaplok wilayah Greenland” yang merupakan wilayah otoritas Denmark. Kali ini Bapak mencoba membuat benang merah antara pemicu perang dunia kesatu, kedua,…dan bisa jadi kita sekarang di hadapkan pada perang dunia ketiga….Naudzubillah…semoga menjadi referensi ilmu buat ananda yang soleh solehah ini.

 
Sumber: https://web.facebook.com/sindonews/posts/ketegangan-asvenezuela-kembali-memanas

Perang Dunia I “Efek Domino” dari Sebuah Tembakan

Cerita Perang Dunia I sering dimulai dari satu peristiwa dramatis, terbunuhnya Pangeran Franz Ferdinand dari Austria-Hongaria di Sarajevo pada 28 Juni 1914. Tapi jujur saja, itu hanya “pemicu”. Bahan bakarnya sudah ditumpuk jauh sebelumnya. Beberapa faktor pentingnya:

·         Aliansi yang saling mengikat.Ada dua blok besar. Triple Entente (Inggris, Prancis, Rusia) dan Triple Alliance (Jerman, Austria-Hongaria, Italia). Kalau satu negara berperang, negara sekutunya ikut terseret.

·         Nasionalisme tinggi. Banyak bangsa ingin merdeka atau merasa “lebih hebat” daripada yang lain. Eropa seperti panggung persaingan geng raksasa.

·         Militerisme dan perlombaan senjata. Negara-negara Eropa berlomba membangun kapal perang, senjata, dan tentara. Semua siap tempur, tinggal menunggu alasan.

·         Imperialisme
Perebutan koloni di Afrika dan Asia membuat negara-negara saling curiga dan tegang.

Setelah penembakan di Sarajevo, sistem aliansi tadi bekerja seperti kartu domino. Satu per satu negara menyatakan perang. Hasilnya? Tragedi global pertama dengan korban puluhan juta jiwa dan trauma berkepanjangan.

 
Sumber: https://www.belajarsampaimati.com/2014/08/apa-penyebab-dan-dampak-perang-dunia-i.html

Perang Dunia II Luka Lama, Ideologi, dan Ambisi Besar

Perang Dunia II tidak muncul tiba-tiba. Ia kemunculannya  berawal dari beberapa peristiwa penting yang mendahuluinya.

·         kekecewaan Jerman terhadap Perjanjian Versailles. Setelah kalah di Perang Dunia I, Jerman dihukum berat: harus membayar ganti rugi besar, kehilangan wilayah, dan dibatasi militernya. Banyak rakyat merasa dipermalukan.

·         munculnya rezim totaliter. Adolf Hitler di Jerman, Benito Mussolini di Italia, serta militerisme Jepang memadukan nasionalisme ekstrem dan ekspansi wilayah.

·         krisis ekonomi global (Depresi Besar 1930-an). Pengangguran dan kemiskinan membuat masyarakat mudah terpengaruh ideologi radikal.

·         politik “mengalah” (appeasement). Negara-negara Barat awalnya membiarkan Hitler memperluas wilayah, berharap ia berhenti. Ternyata, justru makin berani.

Perang meledak pada 1939 ketika Jerman menyerbu Polandia, diikuti rangkaian invasi dan pertempuran di Eropa, Afrika, hingga Asia Pasifik. Bom atom di Hiroshima dan Nagasaki pada 1945 menutup babak paling kelam dalam sejarah modern.

 
Sumber: https://www.historic-uk.com/HistoryUK/HistoryofBritain/World-War-2-Timeline-1945/

Hasil dari dua perang besar itu sederhana tapi penting. kekuatan global bergeser. Eropa hancur secara ekonomi dan politik, sementara Amerika Serikat dan Uni Soviet bangkit sebagai dua superpower. Dunia pun masuk ke era Perang Dingin, persaingan ideologi, nuklir, teknologi, dan pengaruh antar-blok. Di sinilah mulai tampak pola yang masih terasa hingga saat ini  negara besar mempengaruhi negara lain lewat aliansi militer, bantuan ekonomi, pinjaman, atau sanksi, pengaruh politik, media, dan teknologi.

Geopolitik Hari Ini

Sekarang, setelah Uni Soviet runtuh pada 1991, Amerika Serikat sering disebut sebagai kekuatan dominan dalam sistem internasional. Mereka punya ekonomi raksasa, teknologi tinggi, jaringan militer global (pangkalan dan sekutu), pengaruh budaya lewat film, musik, dan media sosial.

Sumber: https://www.kompasiana.com/frans36286/67fdb9dced64151f4919be53/bedah-kekuatan-dagang

Banyak pengamat menilai bahwa Amerika mampu “mengontrol” atau setidaknya menekan negara-negara yang tidak sejalan dengan kebijakannya, misalnya lewat sanksi ekonomi, bantuan militer yang bersyarat, tekanan diplomatik, pengaruh lembaga internasional. Namun, cerita tidak sesederhana hitam-putih. Dunia saat ini semakin multipolar. Tiongkok, Rusia, Uni Eropa, India, dan negara-negara kawasan lain juga mulai memainkan peran penting. Persaingan bukan hanya soal tank dan rudal, tetapi juga perdagangan dan teknologi, energi, internet dan informasi, pengaruh di organisasi internasional. Di sinilah hubungannya dengan Perang Dunia. Sejarah mengajarkan bahwa aliansi yang rumit, nasionalisme berlebihan, perlombaan senjata dapat memicu konflik besar jika tidak dikelola dengan bijak. Bedanya, sekarang ada senjata nuklir dan teknologi canggih taruhannya jauh lebih besar.

Sumber: https://www.instagram.com/p/DTTyyjsDUPi/

Benang merah Apa yang Bisa Ananda Pelajari Sebagai Pelajar?

Ananda yang baik, kita hari ini hidup di dunia yang saling terhubung. Konflik di satu tempat bisa muncul di layar ponsel dalam hitungan detik. Beberapa pelajaran penting dari sejarah Perang Dunia:

·         Konflik besar sering berawal dari masalah kecil yang dibiarkan membesar. Komentar rasis, kebencian, intoleransi awal dari jurang besar.

·         Propaganda itu nyata. Dulu lewat poster, sekarang lewat media sosial. Kritis itu penting: jangan mudah percaya informasi yang memecah belah.

·         Kerja sama internasional itu penting. Organisasi seperti PBB mungkin tidak sempurna, tapi dibuat agar tragedi Perang Dunia tidak terulang.

·         Dominasi satu negara saja rawan menimbulkan ketegangan. Dunia lebih aman jika negara-negara belajar menghormati kepentingan satu sama lain.

Pada akhirnya, sejarah bukan sekadar hafalan tanggal dan nama tokoh.tanya ke pa Pepi, Pa Rifki atau bu Widi…beliau-beliau pasti menjawab belajar sejarah adalah cermin. memperlihatkan betapa mudah manusia mengulang kesalahan ketika lupa belajar dari masa lalu. Hari ini kita melihat begitu dunia di ambang perang dunia ketiga…dengan pemicu yang sama dengan perang dunia sebelumnya. SEmoga Allah SWT melindungi kita dan bangsa Indonesia dari berbagai ancaman perang yang akan menyengsarakan semua…Aamiin yra.

 

Rujukan:

·         Clark, Christopher. The Sleepwalkers: How Europe Went to War in 1914. HarperCollins.

·         Taylor, A. J. P. The Origins of the Second World War. Penguin.

·         Kershaw, Ian. To Hell and Back: Europe 1914–1949. Penguin.

·         Kennedy, Paul. The Rise and Fall of the Great Powers. Vintage.

·         Mearsheimer, John J. The Tragedy of Great Power Politics. W.W. Norton.

HUMANIORA

  Jago Scrolling Jago Juga Bahasa Inggris? Why Not ? Oleh: Dra. Hj. Garliantika *)   Siapa di sini yang sehari-harinya tak bisa lepas da...