"Kreativitas adalah kecerdasan yang bersenang-senang, menjadikan masa muda waktu terbaik untuk belajar, berinovasi, dan membangun masa depan dengan berani bereksperimen...abuafifi"

Selasa, 10 Februari 2026

Local Wisdom

 FILOSOFI DI BALIK LIPATAN IKET SUNDA DAN NILAI "BENER" DALAM PANCA WALUYA

Oleh: Rinie Mutia Widanengsih, S.Pd *)


 

Sumber: https://www.balebandung.com/iket-sunda-identitas-diri-dan-pelestarian-budaya

Bagi masyarakat Sunda, iket bukan sekadar aksesoris kepala atau pelengkap baju adat saat acara resepsi saja. Iket adalah simbol peradaban, jati diri, dan "pengikat" pikiran. Salah satu kaitan yang paling mendalam adalah hubungannya dengan konsep Panca Waluya (Lima Kesejahteraan/Kesehatan hidup), khususnya poin pertama: Bener (Benar).

Apa itu Nilai "Bener"?

Dalam ajaran Panca Waluya, Bener adalah fondasi utama. Hidup yang "Bener" berarti pikiran, ucapan, dan tindakan kita harus sesuai dengan aturan Tuhan, norma sosial, dan hati nurani. Tanpa nilai kebenaran, empat poin lainnya (Pinter, Pener, Pangger, dan Pager) tidak akan memiliki pijakan yang kuat.

 
Sumber: https://infobandungbarat.com/cageur-bageur-bener-singer-pinter-etos-dan-pendidikan-karakter-orang-sunda/

Mengapa Iket Melambangkan Kebenaran?

Secara fisik, iket dibentuk dari kain persegi empat yang dilipat-lipat sedemikian rupa hingga membungkus kepala. Mengapa kaitannya erat dengan nilai "Bener"?. Menjaga Pikiran Tetap Lurus Iket diletakkan di kepala, pusat logika dan pengambilan keputusan. Memakai iket secara simbolis berarti kita sedang "mengikat" pikiran agar tidak liar ke arah yang negatif. Orang yang hidupnya "Bener" adalah orang yang mampu mengendalikan pikirannya agar selalu jernih dan jujur.

 
Sumber: https://www.infobdg.com/v2/iket-sunda-bukan-sekedar-saceundeung-kaen/?amp=1

Simbol Integritas (Singget) Pernah perhatikan lipatan-lipatan pada iket? Ada kerapihan dan presisi di sana. Hal ini melambangkan bahwa seorang pemuda Sunda harus memiliki ketetapan hati. Jika sudah berkata A, maka tindakannya harus A. Itulah inti dari nilai "Bener" keselarasan antara hati dan perbuatan. Filosofi Segitiga (Pancer) Saat kain iket dilipat menjadi segitiga sebelum dipasang, itu melambangkan hubungan vertikal (Tuhan) dan horisontal (sesama manusia dan alam). Nilai "Bener" menuntut kita untuk adil dalam menjalankan kedua hubungan tersebut.

Relevansi buat Kita (Generasi Z)

Bener dalam Berkata. Tidak menyebarkan berita bohong di grup WhatsApp atau kolom komentar. Bener dalam Bertindak: Berani menolak ajakan yang melanggar aturan meskipun dianggap "nggak asik" oleh teman. Bener dalam Berpikir: Punya prinsip yang kuat dan tidak mudah terombang-ambing tren yang merusak diri sendiri. "Iket teh lain saukur papaes sirah, tapi panginget sangkan urang boga pikiran nu bener." (Iket bukan sekadar hiasan kepala, tapi pengingat agar kita memiliki pikiran yang benar.)

 
Sumber: https://www.medcom.id/rona/advis/yNLAmVWb-berpikir-positif-berpikir-negatif-dan-berpikir-benar

Simpulan

Memakai atau memahami filosofi iket Sunda berarti kita belajar untuk berkomitmen pada kebenaran. Nilai Bener dalam Panca Waluya mengajarkan kita bahwa sehebat apa pun kita (Pinter), tidak akan berguna jika kita tidak memiliki integritas. Jadi, yuk mulai tanamkan sifat jujur dan lurus dalam keseharian kita!

*) Guru Bahasa Sunda di SMAN I Pangalengan. Pembina Padantara. Sedang menyelesaikan Program Pascasarjana Pendidikan Bahasa dan sastra Sunda di Universitas Oendidikan Indonesia.

**) dari beragam sumber

 

Minggu, 08 Februari 2026

Matemagic

 FIBONACCI. KEAJAIBAN MATEMATIKA DARI ALAM HINGGA KEUANGAN

Oleh: Risman Firmansyah, M.Pd  *)


Pendahuluan

Deret Fibonacci adalah salah satu konsep matematika paling menarik yang tidak hanya hadir dalam dunia angka, tetapi juga muncul dalam berbagai fenomena alam, seni, teknologi, dan bahkan keuangan. Pola yang ditemukan oleh matematikawan Italia abad pertengahan ini telah menjadi dasar bagi pemahaman kita tentang proporsi alam, efisiensi desain, dan strategi investasi. Artikel ini akan membahas sejarah penemuan Fibonacci, definisi dan sifat deretnya, manifestasinya di alam raya, serta penerapannya dalam berbagai bidang termasuk kompresi data, desain web, dan trading forex.

Sejarah Penemuan Fibonacci

Deret Fibonacci pertama kali diperkenalkan ke dunia Barat oleh Leonardo Pisano, yang dikenal sebagai Fibonacci (sekitar 1170–1250 M). Nama "Fibonacci" berasal dari kata filius Bonacci, yang berarti "anak dari Bonacci". Ayahnya, Guglielmo Bonacci, adalah seorang pedagang yang membawa Fibonacci muda ke Afrika Utara, di mana ia belajar matematika dari sistem angka Hindu-Arab.

Fibonacci mempopulerkan sistem angka desimal dan deret yang kemudian dinamai atas namanya dalam bukunya yang terkenal, Liber Abaci (Buku Perhitungan, 1202). Dalam buku ini, ia mengajukan masalah teoretis tentang pertumbuhan populasi kelinci, yang menghasilkan deret angka: 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, dan seterusnya. Meskipun pola serupa sebenarnya telah dikenal sebelumnya oleh matematikawan India seperti Gopala dan Hemachandra pada abad ke-12, Fibonacci-lah yang memperkenalkannya secara sistematis ke Eropa.

 

Definisi dan Deret Fibonacci

Deret Fibonacci adalah barisan bilangan di mana setiap suku setelah dua suku pertama merupakan penjumlahan dari dua suku sebelumnya. Secara matematis, dinyatakan sebagai:


dengan kondisi awal:


Beberapa suku pertama deret Fibonacci adalah:
0, 1, 1, 2, 3, 5, 8, 13, 21, 34, 55, 89, 144, 233, 377, …

 

Rasio Emas (φ)

Salah satu sifat menarik dari deret Fibonacci adalah rasio antara dua suku berturut-turut yang semakin mendekati Rasio Emas (φ) yaitu sekitar 1.618 ketika suku-sukunya semakin besar. Rasio emas dianggap sebagai proporsi yang estetis dan harmonis, muncul dalam seni, arsitektur, dan alam.

 

Fibonacci dalam Alam Raya

Pola Fibonacci dan rasio emas ditemukan di berbagai struktur alam, menunjukkan bahwa matematika adalah bahasa universal yang mendasari keteraturan alam.

1. Spiral pada Tumbuhan

  • Bunga Matahari: Biji-biji bunga matahari tersusun dalam pola spiral ganda yang mengikuti deret Fibonacci (biasanya 34 dan 55 spiral).
  • Pohon dan Daun: Percabangan pohon dan susunan daun (phyllotaxis) sering mengikuti pola Fibonacci untuk memaksimalkan penyerapan cahaya matahari.

Hari Matematika Internasional: Menjelajahi deret Fibonacci pada alam dan  seni

2. Cangkang Hewan

  • Cangkang Nautilus: Bentuk spiral logaritmik cangkang nautilus mengikuti rasio emas, memungkinkan pertumbuhan yang proporsional tanpa perubahan bentuk.

rona lavoisier the winner: hubungan pola alam dan matematika (bilangan  fibonacci)

3. Tubuh Manusia

  • Proporsi tubuh manusia, seperti perbandingan panjang lengan terhadap tangan, juga mendekati rasio emas.

Deret Fibonacci dan Alam Sekitar Kita

4. Galaksi Spiral

  • Beberapa galaksi, seperti Galaksi Bima Sakti, memiliki lengan spiral yang mengikuti pola Fibonacci.

Tanya Ethan: Apa yang menjelaskan deret Fibonacci? - Big Think

Fenomena ini menunjukkan bahwa pola Fibonacci bukanlah kebetulan, melainkan hasil dari proses pertumbuhan yang efisien dan optimal di alam.

 

Manfaat dan Penggunaan Fibonacci dalam Berbagai Bidang

1. Kompresi Data (Fibonacci Codes)

Dalam teknologi informasi, Fibonacci Codes digunakan sebagai salah satu metode kompresi data. Berdasarkan penelitian, algoritma ini diterapkan untuk mengompres file audio MP3 dengan mengubah data heksadesimal menjadi representasi biner berdasarkan deret Fibonacci. Hasilnya menunjukkan penurunan ukuran file hingga 48,44% (Space Savings) dengan Compression Ratio 51,56%. Algoritma ini termasuk variable-length code, di mana bilangan yang lebih kecil mendapat kode lebih pendek.

2. Desain dan Rasio Emas

Rasio emas dari deret Fibonacci banyak diterapkan dalam desain grafis, arsitektur, dan antarmuka pengguna (UI/UX). Contohnya:

  • Desain Web: Rasio emas digunakan untuk menentukan tata letak, ukuran tipografi, dan komposisi visual agar tampilan lebih seimbang dan nyaman dilihat.
  • Logo Perusahaan: Logo Apple, Pepsi, dan Twitter menggunakan rasio emas dalam proporsi desainnya.
  • Fotografi: Aturan "Phi Grid" membantu fotografer menentukan komposisi gambar yang estetis.

3. Matematika dan Aljabar

Fibonacci memberikan kontribusi signifikan dalam pengembangan aljabar dan sistem bilangan. Bukunya, Liber Abaci, tidak hanya mengenalkan deret Fibonacci, tetapi juga sistem angka Hindu-Arab ke Eropa, yang menjadi dasar matematika modern.

 

Fibonacci dalam Trading Forex

Unleashing the Power of Fibonacci Retracement in Forex Trading

Dalam analisis teknikal pasar keuangan, terutama forex, deret Fibonacci digunakan untuk mengidentifikasi level support dan resistance, serta memprediksi pergerakan harga.

 

Alat Analisis Fibonacci yang Populer:

  1. Fibonacci Retracement: Menentukan level koreksi harga setelah tren naik atau turun. Level umum: 23,6%, 38,2%, 50%, 61,8% (rasio emas), dan 78,6%.
  2. Fibonacci Extension: Memproyeksikan target harga setelah breakout. Level umum: 138,2%, 161,8%, 261,8%.
  3. Fibonacci Fan dan Arcs: Menggabungkan garis tren dan lingkaran untuk analisis lebih mendalam.

 

Contoh Penerapan:

Trader menggunakan Fibonacci retracement untuk menemukan titik masuk (entry) saat harga melakukan koreksi dalam tren utama. Misalnya, setelah kenaikan harga, jika harga turun ke level 61,8% dan menunjukkan tanda rebound, trader dapat membeli dengan ekspektasi tren naik akan berlanjut.

 

Hal Penting Lainnya tentang Fibonacci

  • Fibonacci dalam Seni dan Musik: Banyak komposer dan seniman menggunakan rasio emas untuk menciptakan karya yang harmonis, seperti pada lagu "Hey Jude" dari The Beatles.
  • Fibonacci dalam Biologi: Pola Fibonacci ditemukan dalam struktur DNA, pembelahan sel, dan pertumbuhan populasi hewan.
  • Fibonacci dan Filosofi: Pola ini mengilustrasikan keteraturan alam yang matematis, mendukung pandangan bahwa alam semesta beroperasi berdasarkan prinsip matematika.

Simpulan

Deret Fibonacci adalah contoh bagaimana matematika tidak hanya abstrak, tetapi juga terhubung erat dengan realitas alam, seni, teknologi, dan keuangan. Dari pertumbuhan tanaman hingga analisis pasar forex, pola Fibonacci menunjukkan keuniversalannya sebagai prinsip keteraturan dan efisiensi. Pemahaman tentang Fibonacci tidak hanya memperkaya pengetahuan matematika, tetapi juga memberikan alat praktis untuk berbagai bidang kehidupan.

 *) Guru Matematika di SMAN I Pangalengan. Staf Kesiswaan. diamanahi pengelola SMATER SMAN I Pangalengan

Referensi

  1. Panjaitan, J. M. (2021). Penerapan Algoritma Fibonacci Codes Pada Kompresi Aplikasi Audio Mp3 Berbasis Dekstop. BIMASATI, 1(1), 27–33.
  2. Mokodompit, N. F., dkk. (2025). Bilangan Fibonacci dan Spiral Alam: Harmoni Matematika dalam Struktur Alamia. de Fermat: Jurnal Pendidikan Matematika, 8(1), 312.
  3. Febriana, R. (2025). Pemahaman Aljabar: Sebuah Kajian Filosofi dan Historis. Jurnal Cendekia, 9(2), 921–929.
  4. Pramudita, R. P. (2019). Penerapan Konsep Rasio Emas dalam Desain Web. Makalah IF2120 Matematika Diskrit, Institut Teknologi Bandung.
  5. Smith, D. (2011). The Hindu-Arabic Numerals. (Edisi ke-2). Cambridge University Press.
  6. Salomon, D. (2004). Data Compression – The Complete Reference (Edisi ke-3). Springer.
  7. Kazlacheva, Z. (2015). An Investigation Of Application Of The Golden Ratio And Fibonacci Sequence In Fashion Design And Pattern Making. International Journal of Engineering Research and Technology.

Kamis, 05 Februari 2026

Literature

 KEDUDUKAN PEREMPUAN DI MASA KOLONIAL DALAM BUMI MANUSIA

​Oleh: XI DI

Sebentar lagi Ramadan tiba, nih, Sobat Literasi! Semoga, selain fokus beribadah, jangan lupa tetap isi waktu luangmu dengan kegiatan yang bikin pikiran tetap “hidup”. Salah satunya adalah membaca karya sastra yang membuat kita lebih peka terhadap sejarah dan isu sosial. Kali ini, kami dari Kelas XI-D1 ingin mengajak sobat literasi membedah novel legendaris karya Pramoedya Ananta Toer, yaitu Bumi Manusia. Dan ngomong ngomong soal bulan ramadhan, mungkin sebagian dari kalian lebih mengenal cerita ini lewat film yang dibintangi Iqbaal Ramadhan. Tapi percaya, deh! Di balik kisah romansa Minke dan Annelies, ada isu besar yang perlu kita kenali: kedudukan perempuan di masa kolonial. Jadibkalian bisa mengenal topik berat namun tetap bisa di nikmati karena ada cerita romansa di dalamnya.

 

Sumber: https://yoursay.suara.com/ulasan/2024/02/01/082308/bumi-manusia-karya-pramoedya-ananta-toer

Jadi mari kita bersama sama membedah novel Bumi Manusia  dan isu di dalamnya bersama sama! Mengenal Sang Maestro dan Karyanya. Sebelum masuk ke pembahasan, mari kita kenali sosok di balik mahakarya ini. Pramoedya Ananta Toer lahir di Blora pada tahun 1925. Beliau mengalami berbagai zaman, mulai dari kolonial Belanda, penjajahan Jepang, hingga masa kemerdekaan. Bahkan, beliau sempat mendekam di penjara Pulau Buru sebagai tahanan politik. Pengalaman hidup yang penuh penindasan itulah yang membuat tulisan Pram sangat kritis terhadap kolonialisme. Diterbitkan pertama kali pada tahun 1980, Bumi Manusia bukan sekadar cerita fiksi, melainkan refleksi sejarah yang nyata tentang perjuangan bangsa pribumi melawan ketidakadilan.

Bedah Singkat Novel Bumi Manusia

Pramoedya Ananta Toer, sang penulis Bumi Manusia ini lahir di Blora tahun 1925. Ia hidup di masa kolonial, penjajahan Jepang, hingga kemerdekaan. Bahkan pernah dipenjara di Pulau Buru. Pengalaman hidupnya yang penuh penindasan inilah yang membuat tulisannya sangat kritis terhadap kolonialisme dan ketidakadilan. Bumi Manusia bukan sekadar cerita, tapi refleksi sejarah yang nyata. Buku ini di terbitkan pada tahun 1980 oleh Pramoedya Ananta Toer. Novel ini berlatar di surabaya, wonokromo, rumah nyai ontosoroh. Novel ini menggunakan sudut pabdang orang pertama dengan alur maju dan beberapa kilas balik di dalamnya.  Tema yang di angkat pada novel ini adalah romansa antara minke dan annelies, isu sosial pada masa kolonial Belanda seperti kedudukan perempuan dan juga politik. Juga terdapat perjuanganbbangda pribumi melawan ketidak adilan pemerintah Belanda pada saat itu.

Sumber: https://www.indonesia-investments.com/id/budaya/politik/sejarah-penjajahan/item178

Isu Kedudukan Perempuan dalam Novel Bumi Manusia

Pramoedya memotret betapa rapuhnya posisi perempuan kala itu melalui beberapa poin menyakitkan. Perempuan sebagai Komoditas: Perempuan pribumi sering kali dijadikan alat pelunas utang dan dijadikan gundik atau “Nyai”. Inilah kisah tragis di balik ketangguhan sosok Nyai Ontosoroh. Kekerasan dan Trauma. Annelies mengalami pelecehan yang dilakukan oleh kakaknya sendiri. Hal ini membuktikan bahwa kerentanan perempuan terhadap kekerasan seksual sudah terjadi sejak lama dan meninggalkan trauma mendalam. Stigma Negatif terhadap “Nyai”: Istilah Nyai sering dicap buruk sebagai wanita simpanan pria Eropa tanpa ikatan pernikahan sah, dianggap tidak berpendidikan, dan hanya urusan domestik. Namun dalam novel Bumi manusia, nyai ontosoroh di gambarkan lebih tangguh dan cerdas dari pada pria pria eropa di sekitarnya, ironinya, hanya hukum belanda yang bisa membuatnya lemah.

Ketidakadilan Hukum Belanda

“Belanda yang membuat pertaruran namun brlanda juga lah yang memainkan peratruran itu” ini adalah kalimat yang sempat di dulis minke dalam tulisannya yang marah akan pemerintah belanda yang tidak adil yang juga berpengaruh dalam hukum perlindungan perempuan, beberapa di antaranya ialah. Perempuan pribumi yang dinikahi secara siri tidak memiliki hak asuh atas anak-anaknya. Harta yang dibangun bersama bisa disita oleh ahli waris laki-laki dari pihak Belanda. Annelies dipaksa tunduk pada hukum Belanda yang mengabaikan perasaan ibu kandungnya sendiri. Isu yang kita bedah ternyata berat sekali ya sobat literasi... Siapkan mental dan pikiran untuk membacanya ya sobat!

 
Sumber: https://janicalewinsky.wordpress.com/2014/03/06/aliran-seni-realisme/

Harapan melalui Pendidikan

Meskipun ceritanya cukup gelap dan berat,  melalui sosok Nyai Ontosoroh menunjukkan secercah harapan. Satu-satunya cara perempuan untuk bangkit adalah melalui pendidikan. Nyai Ontosoroh membuktikan bahwa dengan belajar bahasa Belanda, manajemen perusahaan, dan hukum secara otodidak, ia bisa berdiri tegak meski ditekan oleh sistem. Novel ini menggunakan aliran Realisme Historis, di mana cerita fiksi dijalin erat dengan konteks sejarah asli. Kami dari XI-D1 sangat merekomendasikan buku ini untuk menemani bulan Ramadanmu! Selain menambah wawasan sejarah, buku ini pasti bakal meningkatkan kemampuan literasimu secara drastis. Jadi, selamat berliterasi dan dukung sastra karya Indonesia ya sobat:D

#SalamLiterasi #StayCurious #BumiManusia #PramoedyaAnantaToer

Local Wisdom

  FILOSOFI DI BALIK LIPATAN IKET SUNDA DAN NILAI " BENER " DALAM PANCA WALUYA Oleh: Rinie Mutia Widanengsih, S.Pd *)   Sum...