"Kreativitas adalah kecerdasan yang bersenang-senang, menjadikan masa muda waktu terbaik untuk belajar, berinovasi, dan membangun masa depan dengan berani bereksperimen...abuafifi"

Kamis, 29 Januari 2026

Financial Literacy

 LITERASI FINANSIAL REMAJA

Oleh: Kelas XI C3


Masa remaja sering dianggap sebagai masa bersenang-senang, penuh eksplorasi, dan mencoba hal-hal baru. Namun, di balik itu semua, masa remaja juga merupakan fase penting untuk belajar bertanggung jawab, termasuk dalam mengelola keuangan. Walaupun sebagian besar remaja belum memiliki penghasilan tetap, kebiasaan finansial yang dibentuk sejak dini akan sangat memengaruhi kondisi keuangan di masa depan. Inilah alasan mengapa literasi finansial remaja menjadi hal yang sangat penting untuk dipahami dan diterapkan.

Sumber: https://bprmsa.co.id/bprmsa/2023/06/29/pentingnya-literasi-keuangan

Literasi finansial dapat diartikan sebagai kemampuan seseorang dalam memahami, mengelola, dan mengambil keputusan yang tepat terkait keuangan. Bagi remaja, literasi finansial bukan soal investasi besar atau bisnis rumit, tetapi lebih kepada cara mengatur uang saku, menabung, membedakan kebutuhan dan keinginan, serta menghindari perilaku konsumtif. Tanpa literasi finansial yang baik, remaja berisiko terbiasa boros dan kurang menghargai nilai uang.

Salah satu langkah paling sederhana dalam mengelola keuangan adalah membuat perencanaan keuangan. Remaja bisa memulainya dengan mencatat pemasukan, seperti uang saku harian atau mingguan, lalu mencatat pengeluaran. Dari catatan tersebut, remaja dapat melihat ke mana saja uang mereka digunakan. Dengan cara ini, remaja akan lebih sadar apakah pengeluarannya masih wajar atau justru berlebihan.

 
Sumber: https://inspira.tv/inilah-perencanaan-keuangan-yang-baik-di-awal-tahun/

Selain itu, kebiasaan menabung secara rutin juga menjadi bagian penting dari literasi finansial. Menabung tidak harus dalam jumlah besar, yang terpenting adalah konsistensinya. Misalnya, menyisihkan 10–20 persen dari uang saku untuk ditabung. Kebiasaan kecil ini dapat melatih disiplin, kesabaran, dan rasa tanggung jawab terhadap keuangan pribadi. Tabungan juga dapat digunakan untuk kebutuhan mendesak atau tujuan jangka panjang, seperti membeli perlengkapan sekolah, gadget, atau biaya pendidikan lanjutan.

Di era digital seperti sekarang, tantangan literasi finansial remaja semakin besar. Kemudahan berbelanja secara online, promo besar-besaran, serta pengaruh media sosial sering kali mendorong remaja untuk membeli sesuatu hanya karena tren. Gaya hidup konsumtif ini dapat membuat remaja menghabiskan uang tanpa perhitungan yang matang. Oleh karena itu, literasi finansial mengajarkan remaja untuk membedakan antara kebutuhan dan keinginan. Tidak semua yang diinginkan harus dibeli, terutama jika tidak sesuai dengan kemampuan finansial.

 
Sumber: https://inca.ac.id/konsumtif-di-masyarakat/

Literasi finansial juga membantu remaja memahami risiko keuangan, seperti berutang tanpa perencanaan atau menggunakan layanan “pay later” secara sembarangan. Jika tidak dipahami dengan baik, kebiasaan berutang sejak remaja dapat menimbulkan masalah keuangan di kemudian hari. Dengan pengetahuan finansial yang cukup, remaja akan lebih bijak dalam mengambil keputusan dan tidak mudah tergoda oleh tawaran yang tampak menguntungkan tetapi sebenarnya merugikan.

Peran keluarga dan sekolah sangat penting dalam menanamkan literasi finansial pada remaja. Orang tua dapat memberikan contoh pengelolaan keuangan yang baik di rumah, sementara sekolah dapat memasukkan materi literasi finansial dalam pembelajaran atau kegiatan proyek. Melalui edukasi yang tepat, remaja dapat tumbuh menjadi individu yang mandiri, bertanggung jawab, dan siap menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.

 
Sumber: https://x.com/juloindonesia/status/1142666115807625216

Dengan demikian, literasi finansial bukan hanya keterampilan tambahan, tetapi merupakan bekal hidup yang sangat penting bagi remaja. Semakin dini remaja memahami cara mengelola keuangan, semakin besar peluang mereka untuk memiliki masa depan yang lebih stabil dan sejahtera. Remaja cerdas bukan hanya pintar secara akademik, tetapi juga bijak dalam mengatur keuangan.

 

Daftar Referensi

Otoritas Jasa Keuangan (OJK). (2022). Strategi Nasional Literasi Keuangan Indonesia. Jakarta: OJK.

OECD. (2020). PISA 2018 Results: Students’ Financial Literacy. Paris: OECD Publishing.

Kemendikbudristek. (2021). Penguatan Literasi dan Numerasi dalam Pembelajaran. Jakarta: Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Rabu, 28 Januari 2026

Economic PoV

 DARI KIOS KECIL KE MIMPI BESAR

Oleh: Diki Kandida, S.Pd *)

 Biar makin  dapat "feel-nya" sambil dengerin lagu di samping!!!!!

 


Pagi itu, matahari baru saja muncul di balik atap-atap rumah sederhana di sebuah kampung pinggiran kota. Udara masih sejuk, tetapi Damar sudah sibuk mengangkat dus berisi gorengan ke kios kecil milik ibunya. Kios itu berdiri di depan rumah, hanya berukuran dua kali tiga meter, dengan rak kayu yang catnya mulai mengelupas. Di sanalah Damar belajar tentang kehidupan, kerja keras, dan arti ekonomi sejak usia belia.

Ayah Damar meninggal ketika ia duduk di bangku sekolah dasar. Sejak saat itu, ibunya menjadi tulang punggung keluarga. Dengan modal seadanya, sang ibu membuka kios kecil yang menjual gorengan, minuman, dan kebutuhan harian. Penghasilannya tidak besar, tetapi cukup untuk makan sederhana dan biaya sekolah Damar. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, Damar membantu menggoreng tempe dan tahu, lalu sore hari ia kembali membantu menjaga kios.

 

Damar sering memperhatikan bagaimana ibunya menghitung uang dengan sangat teliti. Setiap lembar rupiah dicatat dalam buku kecil. Ia belum sepenuhnya memahami istilah ekonomi, tetapi ia tahu satu hal: uang yang sedikit harus dikelola dengan bijak agar cukup untuk banyak kebutuhan. Ibunya selalu berkata, “Uang bukan cuma soal jumlah, tapi soal bagaimana kita menggunakannya.”

Di sekolah, Damar termasuk murid yang rajin, meskipun sering mengantuk karena harus membantu ibunya hingga malam. Ia sangat menyukai pelajaran ekonomi. Baginya, ekonomi bukan sekadar teori tentang permintaan dan penawaran, tetapi cerita nyata tentang hidupnya sendiri. Ketika guru menjelaskan tentang kelangkaan, Damar teringat betapa ibunya harus memilih antara membeli minyak goreng atau membayar listrik tepat waktu. Suatu hari, gurunya memberikan tugas membuat rencana usaha sederhana. Banyak teman Damar menuliskan usaha kafe, butik, atau bisnis online. Damar menulis tentang kios ibunya. Ia menggambarkan bagaimana kios kecil itu bisa berkembang jika dikelola lebih baik: menambah variasi produk, mencatat pemasukan dan pengeluaran dengan rapi, serta melayani pembeli dengan ramah.

Saat tugas itu dikumpulkan, sang guru memuji Damar. “Kamu tidak hanya memahami teori, tapi juga realitas ekonomi,” kata beliau. Kalimat itu tertanam kuat di benak Damar dan menumbuhkan kepercayaan diri yang selama ini tersembunyi.

 

Sejak saat itu, Damar mulai membantu ibunya dengan cara berbeda. Ia membuat catatan keuangan yang lebih rapi, memisahkan uang modal dan keuntungan, serta mengamati barang apa saja yang paling laku. Ia menyarankan ibunya untuk menambah produk yang sering dicari pelanggan, seperti telur dan mie instan. Awalnya ibunya ragu, tetapi Damar meyakinkannya dengan perhitungan sederhana. Perlahan, kios itu mulai berubah. Penghasilannya memang tidak langsung melonjak drastis, tetapi lebih stabil. Ibunya tidak lagi kebingungan saat harus membeli bahan baku karena tahu berapa modal yang tersedia. Dari kios kecil itu, Damar belajar bahwa ekonomi bukan sesuatu yang jauh dan rumit, melainkan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Tantangan terbesar datang ketika Damar lulus SMA. Ia ingin melanjutkan kuliah di jurusan ekonomi, tetapi biaya menjadi penghalang besar. Banyak malam ia terjaga, memikirkan masa depannya. Ia takut mimpinya harus berhenti di kios kecil itu. Namun, ibunya selalu menguatkannya. “Jangan takut bermimpi. Ekonomi mengajarkan kita tentang pilihan dan usaha,” ucapnya.

Damar pun mencari beasiswa. Ia menghabiskan waktu di perpustakaan, mencari informasi, mengisi formulir, dan menulis esai tentang pengalamannya membantu usaha kecil ibunya. Dalam esai itu, ia menulis dengan jujur tentang bagaimana kemiskinan tidak mematahkan semangatnya, tetapi justru mengajarkannya nilai kerja keras, perencanaan, dan tanggung jawab.

Beberapa bulan kemudian, kabar baik datang. Damar diterima sebagai penerima beasiswa penuh di sebuah universitas negeri. Tangis haru pecah di kios kecil itu. Ibunya memeluk Damar erat-erat, seolah seluruh lelah bertahun-tahun terbayar lunas.

 

Di bangku kuliah, Damar semakin memahami konsep ekonomi secara lebih luas. Ia belajar tentang mikroekonomi, makroekonomi, kewirausahaan, dan ekonomi kerakyatan. Namun, ia tidak pernah melupakan akar perjalanannya. Setiap libur kuliah, ia pulang dan membantu kios ibunya. Ia mulai menerapkan ilmu yang dipelajari, seperti menentukan harga yang tepat, menghitung keuntungan bersih, dan mempertimbangkan risiko usaha. Damar juga aktif mengikuti kegiatan kewirausahaan di kampus. Bersama teman-temannya, ia mengembangkan usaha kecil berbasis produk lokal. Ia percaya bahwa ekonomi yang kuat tidak hanya menguntungkan individu, tetapi juga masyarakat sekitar. Prinsip itu ia pegang teguh karena ia tahu bagaimana rasanya hidup dalam keterbatasan.
Setelah lulus kuliah, Damar tidak langsung mencari pekerjaan di perusahaan besar, meskipun banyak kesempatan terbuka. Ia memilih kembali ke kampungnya. Ia ingin membangun usaha yang dapat membuka lapangan kerja dan membantu ekonomi masyarakat kecil. Bersama ibunya, kios kecil itu kini berkembang menjadi toko sembako yang lebih besar, bahkan mempekerjakan beberapa warga sekitar.

Suatu sore, Damar duduk di depan toko, memandangi aktivitas pembeli yang datang silih berganti. Ia teringat masa kecilnya, ketika kios itu hanya sebuah ruang sempit dengan rak kayu tua. Perjalanan ekonomi hidupnya tidak selalu mudah, tetapi penuh pelajaran berharga. Ia belajar bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah, melainkan titik awal untuk berjuang. Damar sadar bahwa motivasi ekonomi bukan hanya tentang menjadi kaya, tetapi tentang bertahan, berkembang, dan memberi manfaat. Kerja keras, pengelolaan keuangan yang bijak, serta keberanian bermimpi telah membawanya melangkah jauh. Dari kios kecil, ia membangun mimpi besar bukan hanya untuk dirinya, tetapi juga untuk orang-orang di sekitarnya.

Cerita Damar mengajarkan bahwa setiap orang memiliki peluang dalam dunia ekonomi, apa pun latar belakangnya. Dengan semangat belajar, disiplin, dan ketekunan, keterbatasan ekonomi dapat diubah menjadi kekuatan. Ekonomi bukan sekadar angka dan teori, melainkan kisah manusia tentang harapan, usaha, dan masa depan yang diperjuangkan.

 

*) Guru Ekonomi di SMAN I Pangalengan, Pengelola keuangan sekolah. Kepala layanan Perpustakaan di SMAN I Pangalengan

Selasa, 27 Januari 2026

Language Skills

 Mitra Bicara

Oleh: Hj. Lilis Karwasih, S.Pd *)


Mitra bicara adalah individu atau kelompok yang menjadi partner / rekan dialog dalam pertukaran informasi, ide, dan perasaan. Mengenal mitra bicara (audens) sangat krusial untuk menyesuaikan bahasa, konteks, dan cara penyampaian agar komunikasi berjalan efektif, sopan, dan mudah dipahami. Pentingnya mengenal mitra bicara; Perlu memahami siapa mereka (usia, jabatan,latar belakang) untuk menyesuaikan gaya bahasa (misal: bahasa formal untuk atasan, bahasa santai untuk teman).

 
Sumber: https://qmc.binus.ac.id/2014/08/28/focus-group-discussion/

Poin Penting Mitra Bicara

Audience / Pendengar aktif:

Mitra bicara bukan hanya mendengar, tetapi juga memperhatikan dan merespons, menjadikan mereka pendengar yang aktif. Fungsi, dalam konteks pendidikan, mitra bicara digunakan untuk mendiskusikan gagasan, sementara dalam dunia kerja, melibatkan sopan santun dan aturan giliran bicara. Dengan  memahami siapa mitra bicara, komunikasi dapat menjadi lebih terarah dan pesan tersampaikan dengan baik.

Sumber: https://www.hukumku.id/post/perjanjian-kerjasama-kemitraan

Dalam bermitara bicara perlu membuat desain percakapan. Tentukan tujuan dan topik yang ingin Ananda diskusikan. Pastikan  mendengarkan umpan balik yang konstruktif mereka dengan terbuka. Mitra bicara juga dapat membantu Ananda mengembangkan kemampuan berbicara.

 
Sumber: https://guruinovatif.id/artikel/tips-trik-meningkatkan-keterampilan-wicara

Dalam dunia kerja, memiliki mitra bicara yang tepat dapat membuat perbedaan yang besar. Mitra bicara merupakan orang yang Ananda percaya, berbagi ide dan mendapatkan saran yang jujur. Mereka dapat menjadi teman, kolega, atau bahkan mentor yang telah berpengalaman. Mitra bicara yang baik harus memiliki beberapa karakteristik, seperti kemampuan mendengarkan yang baik, empati, dan kemampuan memberikan saran yang konstruktif. Mereka juga harus dapat dipercaya dan memiliki integritas yang tinggi.

 
Sumber: https://marinews.mahkamahagung.go.id/artikel/makanan-apa-itu-integritas

Perlu diingat mitra bicara bukanlah orang yang akan memberikan jawaban atas semua masalah Ananda. Mereka hanya dapat membantu menemukan solusi dan memberikan saran yang tepat. Ananda tetap harus memiliki kemampuan untuk membuat keputusan dan bertanggung jawab atas tindakan. Memiliki mitra bicara yang tepat dapat membuat perbedaan besar dalam karir dan kehidupan kita. Pastikan Ananda memilih orang yang tepat dan memanfaatkan waktu bersama mereka dengan efektif. Dengan demikian dapat mencapai tujuan dan menjadi lebih sukses dalam karir.

 

*) Guru Bahasa Indonesia di SMAN I Pangalengan. menyukai kegiatan olah suara meng”cover’ lagu pop Indonesia dan Barat. Praktisi di bidang public speaking.

**) disarikan dari berbagai sumber

Senin, 26 Januari 2026

Matemagic

 MEMBANGUN MASA DEPAN MELALUI ANGKA

Oleh: Edi Supiandi, S.Pd., M.M.Pd

 

1. Hakikat Karakter di Era Modern

Pendidikan bukan hanya soal memindahkan pengetahuan dari buku ke kepala, tetapi proses membentuk kepribadian yang utuh. Karakter siswa adalah kualitas pribadi yang terlihat dari sikap dan tindakan sehari-hari, seperti jujur, empati, dan kerja keras. Di zaman sekarang, tantangan karakter semakin berat:

·         Risiko Media Sosial. Paparan konten yang tidak sesuai dapat mengaburkan nilai benar dan salah.

·         Perubahan Sosial. Masyarakat yang semakin individualis bisa membuat kita kurang peduli pada sesama.

·         Kesiapan Hidup. Karakter yang kuat adalah modal utama untuk menjadi pemimpin masa depan yang beretika.

 
Sumber: https://www.umkt.ac.id/bagian-administrasi-kemahasiswaan-dan-inkubasi-bisnis

2. Lima "Kekuatan" Guru dalam Membimbingmu

Karakter seorang guru sangat berpengaruh karena siswa cenderung meniru perilaku gurunya. Berikut adalah lima kekuatan yang dimiliki guru untuk membantumu tumbuh:

·         The Power of Niat. Guru yang mengajar dengan niat tulus akan lebih efektif dalam memberikan motivasi.

·         The Power of Learning. Keberhasilan belajar bukan cuma soal nilai, tapi soal seberapa jauh kamu berkembang dan berdaya sebagai individu.

·         The Power of Motivasi. Guru memberikan dorongan agar kamu percaya diri menghadapi soal-soal sulit.

·         The Power of Empati. Guru yang memahami perasaan dan kesulitanmu akan menciptakan suasana belajar yang nyaman.

·         The Power of Komitmen. Guru yang punya prinsip akan membimbingmu secara kreatif agar potensimu keluar secara maksimal.

 

Sumber: https://www.facebook.com/wepowerteachers/

 

3. Nilai Karakter dalam Setiap Rumus

Matematika sering dianggap membosankan, padahal setiap soal yang kamu kerjakan menyimpan nilai karakter yang penting bagi kehidupan:

·         Kedisiplinan. Melalui aturan dan pola angka, kamu belajar untuk bekerja secara teratur dan tertib.

·         Kejujuran. Dalam matematika, kamu dituntut jujur mengakui apa yang belum dipahami. Jika berbuat curang, kamu akan kesulitan di materi berikutnya karena pelajaran ini bersifat saling berkaitan.

·         Ketelitian. Kesalahan sekecil apapun bisa merusak hasil akhir. Ini melatihmu untuk selalu hati-hati dan memperhatikan detail dalam hal apapun.

·         Kemandirian. Saat mengerjakan tugas sendiri, kamu belajar mengatur waktu dan bertanggung jawab atas hasil usahamu.

·         Berpikir Logis. Kamu dilatih untuk mengamati data, menganalisis, dan menarik kesimpulan berdasarkan logika, bukan sekadar perasaan.

 

Sumber: https://kuliahsonia.blogspot.com/2017/02/blog-sonia-karakteristik-dan-kesiapan.html

4. Kreativitas dan Inovasi dalam Matematika

Meskipun kelihatannya kaku, matematika sebenarnya sangat membutuhkan kreativitas. Kamu sering kali diajak untuk berpikir "di luar kotak" demi menemukan solusi yang tidak biasa untuk sebuah masalah. Proses pemecahan masalah secara kreatif ini sangat berguna saat kamu harus menghadapi masalah nyata di kehidupan sehari-hari.

5. Cara Seru Belajar Matematika agar Tidak Bosan

Agar belajar matematika lebih menyenangkan, ada beberapa cara yang bisa dilakukan:

·         Belajar Kelompok (Kolaborasi). Berdiskusi dengan teman membantu kamu melihat berbagai sudut pandang dan melatih rasa solidaritas. Di sini kamu belajar menghargai pendapat orang lain.

·         Belajar di Luar Kelas. Keluar dari ruangan bisa menyegarkan pikiran dan meningkatkan konsentrasi.

·         Contoh: Cobalah mengukur jarak antara dua benda di halaman sekolah atau menghitung jumlah stok barang di toko terdekat. Ini membantu kamu melihat bahwa matematika itu nyata dan sangat berguna.

 

Sumber: https://www.instagram.com/p/DPxkD3xkhGY/

6. Simpulan dan Harapan

Belajar matematika memang penuh tantangan, seperti rasa jenuh atau materi yang susah. Namun, dengan terus berusaha, berkolaborasi dengan teman, serta bimbingan guru yang inspiratif, matematika akan membantumu menjadi orang yang lebih logis, kritis, dan berkarakter kuat untuk menghadapi masa depan.

*) Guru Matematika di SMAN I Pangalengan, pernah mendapat amanah menjadi Wakil Kepala Sekolah Urusan Kurikulum, Kesiswaan, dan Hubungan Masyarakat. Menjadi Pembina dan pelatih Olimpiade Matematika.

**) Referensi:

Fauzan, H., & Anshari, K. (2024). Studi Literatur: Peran Pembelajaran Matematika Dalam Pembentukan Karakter Siswa. JURRIPEN: Jurnal Riset Rumpun Ilmu Pendidikan, 3(1), 163-175.

Minggu, 25 Januari 2026

Applied Science

 KAMBING HITAM ITU NAMANYA APHELION DAN PERIHELION

Oleh: Redaksi Literatsmansa

 

Ananda yang baik, ngerasa gak…beberapa hari terakhir ini udara lebih dingin dari biasanya?...hayoooo mandi gak tadi pas mo berangkat ke sekolah?...kali ini tim redaksi akan menampilkan tulisan sekaitan dengan fenomena alam yang menyertai cuaca dingin yang Ananda rasakan…yuk Simak biar nambah ilmunya!!!


Sumber:smansa_pangalengan

Pasti Ananda pernah dengerin penjelasan Bu Dea, Bu Pipit atau Pa Restu bahwa Bumi mengelilingi Matahari dalam lintasan elips, bukan lingkaran sempurna. Karena bentuk orbit tersebut, terdapat dua titik penting dalam satu tahun revolusi Bumi, yaitu aphelion dan perihelion. Aphelion adalah kondisi ketika Bumi berada di titik terjauh dari Matahari, sementara perihelion adalah saat Bumi berada di titik terdekat. Aphelion umumnya terjadi pada awal Juli, dengan jarak Bumi ke Matahari mencapai sekitar 152,1 juta kilometer. Sebaliknya, perihelion terjadi pada awal Januari, saat jarak Bumi ke Matahari menyempit menjadi sekitar 147,1 juta kilometer. Meskipun terdapat selisih jarak sekitar 5 juta kilometer, atau sekitar 3,3% dari jarak rata-rata Bumi-Matahari, perbedaan tersebut tidak serta merta berdampak besar pada suhu permukaan Bumi. Variasi intensitas radiasi Matahari yang diterima akibat fenomena ini hanya sekitar 6–7 persen, dan dampaknya terhadap iklim harian sangat kecil, apalagi kita berada di wilayah tropis.

 
Sumber: https://www.detik.com/edu/detikpedia/d-7461767/matahari-semakin-menjauhi-bumi-benarkah-ternyata-ini-faktanya

Ananda yang baik, banyak yang beranggapan bahwa saat Bumi lebih dekat ke Matahari, suhu akan terasa lebih panas, dan sebaliknya saat lebih jauh, suhu menjadi dingin. Namun, pada kenyataannya, musim dan suhu di Bumi justru lebih ditentukan oleh kemiringan sumbu rotasi Bumi sebesar 23,5 derajat, bukan oleh jarak Bumi terhadap Matahari. Saat perihelion terjadi di bulan Januari, justru negara-negara di belahan Bumi utara seperti Eropa dan sebagian besar Asia sedang mengalami musim dingin. Di sisi lain, saat aphelion terjadi di bulan Juli, wilayah selatan Bumi seperti Australia sedang berada dalam musim dingin pula, meskipun Bumi sedang berada di titik terjauh dari Matahari.

 
Sumber: https://bobo.grid.id/read/081297282/hari-ini-bumi-ada-di-jarak-terdekat-dengan-matahari-inilah-perihelion

Di Indonesia, yang berada di wilayah tropis, tidak terjadi empat musim seperti di negara-negara lintang tinggi. Indonesia mengalami dua musim utama, yaitu musim hujan dan kemarau, yang sangat bergantung pada pola sirkulasi angin muson dan kelembapan udara. Hal ini menjelaskan mengapa peristiwa aphelion dan perihelion tidak membawa perubahan suhu atau cuaca yang mencolok di Indonesia.

 
Sumber: https://www.shutterstock.com/id/image-generated/equator-axial-tilt

Perlu Ananda ketahui, ketika aphelion terjadi pada awal Juli, sebagian besar wilayah Indonesia sedang mengalami musim kemarau. Kondisi cuaca kering dengan langit cerah memungkinkan panas dari permukaan Bumi cepat terlepas ke atmosfer saat malam hari, menyebabkan suhu udara turun drastis menjelang pagi. Hal ini membuat suhu udara di pagi hari terasa lebih dingin dari biasanya, terutama di daerah pedalaman atau dataran tinggi. Fenomena pendinginan malam hari ini dikenal dalam istilah lokal sebagai “bediding”.

Namun, penting untuk dicatat sama Ananda yang cuakep  bahwa suhu dingin yang dirasakan bukan akibat aphelion secara langsung. Penyebab utama adalah masuknya angin muson timur dari Australia yang membawa massa udara kering dan dingin ke wilayah Indonesia. so, meskipun secara kebetulan aphelion dan cuaca sejuk terjadi di waktu yang sama, keduanya tidak memiliki hubungan kausal yang kuat.

Berbeda dengan bulan Juli, saat perihelion terjadi pada Januari, sebagian besar wilayah Indonesia sedang mengalami musim hujan. Suhu udara terasa hangat dan lembab, dengan curah hujan yang tinggi. Namun, kondisi ini bukan karena Bumi lebih dekat ke Matahari. Perihelion hanya berkontribusi sangat kecil terhadap peningkatan radiasi Matahari. Cuaca lembab dan hujan deras di Indonesia pada periode tersebut justru lebih dipengaruhi oleh angin muson barat dari Samudra Hindia yang membawa uap air dalam jumlah besar ke wilayah Nusantara termasuk ke Pangalengan kampung halaman kita ini.

 
Sumber: https://roboguru.ruangguru.com/question/wilayah-indonesia-mengalami-angin-muson

Dengan tutupan awan yang tebal dan kelembapan udara tinggi, panas Matahari yang masuk ke permukaan Bumi juga terperangkap, membuat suhu udara terasa hangat bahkan meskipun sinar matahari tidak selalu tampak. Lagi-lagi, perihelion bukanlah faktor utama dalam penentuan suhu atau curah hujan di wilayah Indonesia.

Ananda yang pinter, di tengah beredarnya fenomena astronomi ini, masyarakat kita kerap menerima informasi keliru, seperti anggapan bahwa aphelion menyebabkan suhu ekstrem, penyakit kulit, bahkan gangguan tubuh tertentu. Para peneliti juga para ahli geofisika telah berulang kali menegaskan bahwa tidak ada hubungan langsung antara aphelion/perihelion dengan cuaca ekstrem ataupun gangguan kesehatan!!!

 
Sumber: https://sulut.inews.id/berita/waspada-cuaca-ekstrem-bmkg

Fakta ilmiah menunjukkan bahwa aphelion dan perihelion adalah bagian alami dari orbit tahunan Bumi dan selalu terjadi pada periode yang sama setiap tahun. Kedua fenomena ini penting secara astronomis, tetapi tidak berbahaya secara klimatologis maupun biologis. Ananda sebagai Masyarakat ilmiah dan literat  diimbau untuk tetap tenang dan terus mencari informasi dari sumber resmi, bukan dari pesan berantai atau unggahan yang belum diverifikasi.


 Sumber: https://www.liputan6.com/photo/read/6264714/longsor-cisarua-bandung-barat

Perlu Ananda renungkan, fenomena aphelion dan perihelion memberikan gambaran tentang keteraturan alam semesta dan dinamika gerak planet dalam sistem tata surya maha karya Sang Pencipta. Meski tidak berpengaruh besar terhadap iklim di Indonesia, memahami kedua peristiwa ini tetap penting sebagai bagian dari literasi sains Masyarakat termasuk juga dalam mengantisipasi beragam bencana klimatologi yang sering melanda wilayah kita (kemarin  kita dikejutkan dengan bencana tanah longsor yang melanda wilayah Cisarua Bandung Barat…yang disinyalir dampak dari curah hujan serta perubahan fungsi lahan).

So…dengan pemahaman yang tepat, Ananda dapat terhindar dari kekhawatiran yang tidak berdasar, sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap sains dan literasi kritis dalam memberikan informasi yang kredibel. Di era banjir informasi seperti sekarang, kemampuan memilah fakta dan mitos adalah bentuk kecerdasan yang sangat dibutuhkan, setelah baca artikel ini jauhkan suudzhon kita yang mengkambinghitamkan aphelion dan perihelion  sebagai biang cuaca dingin saat ini….terima kasih semoga bermanfaat, jangan lupa ngomen ya!!!

Daftar Referensi

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). (2025). Fenomena Aphelion Tidak Berdampak Signifikan terhadap Cuaca di Indonesia. [Siaran Pers]. https://www.bmkg.go.id/siaran-pers/fenomena-aphelion-berdampak-ke-cuaca-indonesia-bgini-penjelasannya

Kompas.com. (2025, 7 Juli). Benarkah Fenomena Aphelion Picu Suhu Dingin? Ini Penjelasan BMKG.
https://www.kompas.com/tren/read/2025/07/07/173000265/benarkah-fenomena-aphelion-picu-suhu-dingin-ini-penjelasan-bmkg

Detik.com. (2025). Fenomena Aphelion dan Perihelion, Simak Dampaknya bagi Bumi.
https://news.detik.com/berita/d-7999691/fenomena-aphelion-dan-perihelion-simak-dampaknya-bagi-bumi

Tempo.co. (2025). Mengenal Fenomena Aphelion: Penjelasan BMKG.
https://www.tempo.co/sains/mengenal-fenomena-aphelion-penjelasan-bmkg--1948515

Tazkia.ac.id. (2025). BMKG Tegaskan Fenomena Aphelion Bukan Penyebab Utama Cuaca Dingin di Indonesia. https://tazkia.ac.id/berita/populer/1401-bmkg-tegaskan-fenomena-aphelion-bukan-penyebab-utama-cuaca-dingin-di-indonesia

Kamis, 22 Januari 2026

Learn Today, Leader Tomorrow

 MENJADI FONDASI MASA DEPAN BANGSA

Oleh: XI-C2

 

Banyak yang salah kaprah dan mengira kalau kepemimpinan atau leadership itu cuma urusan Ketua OSIS, Ketua MPK, Pradana di Pramuka, Komamdan satuan di Paskibra, Kapten Basket, futsal, Oltrad atau orang-orang yang punya "pangkat". Padahal, kepemimpinan itu bukan soal gelar yang nempel di nama kamu, melainkan soal pengaruh.

 
Sumber: https://www.smarifda.sch.id/ekstrakurikuler/

Teman-teman, secara sederhana, kepemimpinan adalah kemampuan kamu untuk mengarahkan diri sendiri dan orang lain menuju tujuan yang lebih baik. Bagi kita para pelajar, ini adalah fondasi paling krusial sebelum terjun ke dunia perkuliahan atau kerja, lebih jauh lagi menjadi fondasi masa depan bangsa.

1. Leadership Dimulai dari "Gue", Bukan "Lo"

Kamu nggak akan bisa memimpin orang lain kalau belum bisa memimpin diri sendiri. Kepemimpinan dimulai dari hal-hal kecil yang sering dianggap remeh:

  • Disiplin. Bangun pagi tepat waktu dan nggak telat masuk kelas.
  • Integritas. Menepati janji dan nggak nyontek pas ujian (meski nggak ada yang lihat).
  • Tanggung Jawab. Menyelesaikan tugas kelompok tanpa harus "diteror" teman satu tim.

Di dalam psikologi (tanya dech sama Bu Yuli di Ruang BK), ini disebut dengan Internal Locus of Control Orang yang punya jiwa pemimpin percaya bahwa hasil yang mereka dapatkan adalah hasil usaha sendiri, bukan sekadar keberuntungan atau bantuan orang lain. Saat kamu disiplin, kamu sebenarnya sedang membangun personal branding bahwa kamu adalah orang yang bisa diandalkan.

Sumber: https://osc.medcom.id/community/bersosial-media-dengan-internal-locus-of-control-1592

2. Bijak di Tengah Gempuran Digital

Zaman sekarang, tantangan pemimpin muda bukan lagi soal perang fisik, tapi perang informasi. Di media sosial, semua orang bisa bicara, tapi nggak semua orang bisa memimpin.

  • Filter sebelum Share. Pemimpin itu kritis, nggak gampang termakan hoax atau provokasi.
  • Jadi Penengah. Alih-alih ikutan "war" di kolom komentar, pemimpin muda harusnya jadi penengah yang mendinginkan suasana.

Sumber: https://www.facebook.com/mmckalteng/posts/bijak-bermedia-sosial-di-era-digitaldi-era-digital

3. Kolaborasi, Bukan Dominasi

Dunia kerja masa depan nggak butuh Superman, tapi butuh Superteam. Di organisasi seperti OSIS atau Pramuka, pemimpin yang keren bukan yang paling sering teriak atau maksa kehendak, tapi yang paling mau mendengar. So, Hargai setiap ide (meskipun menurutmu kurang oke); Cari win-win solution lewat musyawarah, dan jangan lupa bagi tugas sesuai keahlian teman, bukan sesuai rasa suka/tidak suka.

4. Empati Bahan Bakar Utama Pemimpin

Pemimpin tanpa empati itu cuma bos yang menyebalkan. Empati berarti kamu peduli sama teman yang lagi kesulitan.

  • Aksi Nyata: Bantu teman yang ketinggalan pelajaran atau inisiatif galang dana buat yang kena musibah.
  • Dampaknya: Saat kamu peduli, orang lain akan mengikuti kamu bukan karena takut, tapi karena hormat.

Sumber: https://www.verywellmind.com/cognitive-and-emotional-empathy-4582389

Kepemimpinan itu seperti otot. Kalau nggak dilatih setiap hari lewat tindakan nyata di sekolah dan rumah, otot itu nggak akan pernah kuat. Jadi, siap buat jadi pemimpin mulai hari ini? Pastikan fondasi bangsa ini kokoh ditangan teman-teman yang kelak menjadi pemimpin bangsa yang kita cintai ini…Aamiin.

Preserving Culture

  ANTARA SASTRA, PERAN REMAJA, DAN PELESTARIAN BUDAYA Oleh: XI D2   Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, tradisi, bahasa da...